September 26, 2019

Tantangan dan Kunci Digital Advertising 2019

By : Bizinsight

Dewasa ini, kata “digital” atau “digitalisasi” kian menambatkan tempatnya dalam kehidupan khalayak ramai. Kegiatan-kegiatan yang biasa kita lakukan sehari-hari kini terasa jauh lebih mudah berkat inovasi teknologi. Kita bahkan sudah tidak lagi terkesima ketika inovasi itu berbaur dengan berbagai kegiatan karena “digitalisasi” sudah terasa begitu akrab.

Inovasi pada teknologi membantu bisnis dan industri dalam berbagai skala untuk berevolusi. Salah satu industri yang merasakan dampak luar biasa dari pengaruh implementasi teknologi ini adalah industri periklanan. Dunia digital dan terobosan-terobosan teknologi memiliki peran krusial bagi perkembangan dunia advertising saat ini. Tak heran, mengingat potensi pasar yang paling besar untuk memasarkan produk dan jasa telah berpindah dari media-media konvensional ke internet.

[Baca juga: Semangat Baru Telkomsel Digital Advertising]

Menyadari hal tersebut, para pemasar kini memiliki kewajiban baru, yakni mengetahui advertising platforms, pendekatan, serta gaya yang cocok dengan produk yang akan dipromosikan. Dua jenis advertising yang kini digandrungi para digital marketer adalah iklan berbentuk display dan berbentuk video. Survei dari Nielsen and Watch yang bertajuk Nielsen Ad Intel Q4 2018 menunjukkan bahwa para pemasar digital tertarik dengan pemasangan iklan berbasis video, dengan menyisihkan 43% dari total budgetnya untuk advertising.

digital marketing

Digital Ad-Spend by Type/Nielsen

Setiap perusahaan tentunya memiliki bujetnya masing-masing untung advertising, dan bujet tersebut memiliki pengaruh yang cukup signifikan untuk mendorong kemajuan bisnis sebuah perusahaan, mengingat alokasi dana yang besar untuk advertising akan langsung berdampak terhadap impresi masyarakat terhadap bisnis, tentunya dengan pendekatan dan strategi yang dipakai oleh para digital marketer.

Hubungan Konsumen dengan Digital Advertising

Dunia digital dan perkembangan luar biasanya membawa dampak yang begitu masif bagi peradaban. Tidak hanya mengubah paradigma dan kebiasaan masyarakat, dunia digital juga menjadi sumber data yang memiliki nilai berharga. Kita semua mengetahui bahwa data-data seperti histori atau rekam jejak penelusuran, dan data-data lainnya akan sangat bermanfaat apabila mampu dikelola dengan baik.

Dalam dunia digital advertising, kini data-data konsumen dipakai sebagai wawasan untuk melihat potensi-potensi dalam dunia digital. Dengan mengetahui tren pembelanjaan yang marak di kalangan target pasarnya, sebuah bisnis mampu mengambil keputusan strategis yang tepat bagi perkembangan bisnisnya. Apalagi, kini konsumen sangat mudah terkoneksi ke dunia digital.

[Baca juga: Programmatic Ads sebagai Masa Depan Periklanan Digital dan Mengapa Anda Perlu Mengenalnya]

Riset dari Nielsen pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 48 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia telah terkoneksi ke internet. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 125 persen dalam lima tahun belakangan. Menyadari bahwa pasar digital kian menggiurkan untuk dimanfaatkan, perusahaan dan bisnis tidak ragu menggelontorkan dana yang cukup besar untuk terjun ke digital advertising.

Hubungan antara bagaimana digital advertising dapat mempengaruhi perilaku konsumen merupakan hal paling mendasar yang harus dimengerti oleh digital marketer, karena pengetahuan terkait kebutuhan konsumen terpapar dengan jelas di sana. Dengan memanfaatkan analisa yang tepat, maka strategi yang diterapkan juga akan berbuah manis.

Contoh paling mudah adalah memanfaatkan data kunjungan dari target pelanggan. Dengan melihat histori tersebut, perusahaan dapat menentukan laman mana yang paling sering dikunjungi oleh target pasarnya, kemudian memprediksi konten jenis apa yang paling sesuai untuk memasang digital advertising di sana. Untuk industri advertising, dunia digital lahan subur yang memiliki potensi yang seolah tidak ada batasnya. Karena itulah, pemanfaatan digital advertising untuk bisnis apapun menjadi hal yang wajib dilakukan.