Brand by Rawpixel/Pexels
Agustus 10, 2018

Apa “Element of Value” dari Merek atau Produk Anda?

By : Bizinsight

Di era digital seperti sekarang, para pelanggan menjadi lebih kritis dalam mengevaluasi suatu produk atau layanan. Mereka akan mempertimbangkan nilai yang diberikan terhadap harga yang ditawarkan. Akan tetapi, bukan tidak mungkin menjabarkan atau mengidentifikasi element of value yang dihargai oleh konsumen seperti yang sudah dilakukan oleh Bain & Company. Artikel ini pertama kali terbit di Harvard Business Review (subscription required).

B2C Element of Value infographics/Bain & Company

B2C Element of Value infographics/Bain & Company

Model piramida element of value di atas berakar pada konsep “hierarki kebutuhan” Abraham Maslow yang diterbitkan pada tahun 1943. Saat ini, hampir semua pemasar akrab dengan hierarki tersebut. Unsur-unsur yang ada dalam hierarki element of value pun sebenarnya hanya memperluas wawasan hierarki Maslow dengan berfokus pada orang sebagai konsumen. Harapannya, hal ini dapat menggambarkan perilaku konsumen yang berkaitan dengan produk dan layanan.

Elemen-elemen di atas pada dasarnya dapat membantu perusahaan dalam bernavigasi di tengah pergolakan industri yang ada. Akan tetapi, pada akhirnya, elemen-elemen tersebut juga harus membuktikan kegunaannya dalam memecahkan tantangan bisnis.

Perusahaan bisa saja menambahkan elemen-elemen baru yang dapat meningkatkan nilai inti mereka dan membantu membedakan mereka dari persaingan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, mereka juga harus bijaksana dalam melakukan hal tersebut agar tidak merombak produk atau layanan yang sudah ada.

[Img source: rawpixel.com/Pexels]