Lima Tren Teknologi untuk Marketing di 2018
Editorial Februari 13, 2018

Lima Tren Teknologi untuk Marketing di 2018

By : Bizinsight

Di era digital ini, perusahaan perlu melakukan transformasi digital bila mereka tidak ingin tertinggal dan mati dengan tenang. Transformasi digital itu sendiri dimaksudkan untuk meningkatkan perjalanan dan keseluruhan pengalaman pelanggan perusahaan dengan tim marketing yang berada di garis depan. Bila kemarin kita telah melihat prediksi tren teknologi Gartner, kini mari lihat lebih dekat lima tren teknologi apa saja yang perlu diperhatikan oleh tim pemasar untuk dapat mendukung transformasi digital di tubuh perusahaannya.

Kecerdasan Buatan

Ketika berbicara tentang Artificial Intelligence (AI), kita akan teringat dengan robot, kendaraan tanpa awak, dan teknologi-teknologi luar biasa lainnya yang sangat canggih. Namun, mari lupakan itu semua. Bagi seorang pemasar profesional yang memanfaatkan teknologi, AI adalah tentang data dan informasi. Dengan menggunakan AI, pemasar profesional dapat menciptakan profil pelanggan yang lebih jelas dan akurat dari sejumlah besar data yang dikumpulkan dari jejaring sosial, web, dan hal-hal lainnya yang berkaitan.

Pada akhirnya, teknologi AI dapat mendukung Anda sebagai pemasar dalam memproses informasi untuk membantu dalam pengambilan keputusan pemasaran yang lebih cerdas dan lebih tepat bagi perusahaan. AI juga bisa membantu dalam mengekstrak data yang paling relevan dari sebuah campaign yang sudah berjalan sehingga Anda bisa meniru dan mengubahnya sesuai kebutuhan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Blockchain

Popularitas cryptocurrency bitcoin turut mendongkrak kepopuleran teknologi yang ada di baliknya, yakni rantai blok atau blockcahin. Teknologi ini dapat memberikan transparansi yang dibutuhkan oleh pelanggan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan mereka dan memberikan citra positif pada perusahaan yang bersangkutan.

Sederhananya seperti ini, jika perusahaan Anda memiliki kopi sebagai salah satu produknya dan mengatakan bahwa kopi tersebut dibeli lewat perdagangan yang adil dari para petani kopi di Aceh, blockchain bisa membantu Anda sebagai pemasar untuk membuktikan hal tersebut. Di samping itu hampir tidak mungkin memalsukan transaksi digital di sistem yang menggunakan blockchain saat ini.

Batas Adtech dan Martech yang Kian Samar

Jika Anda tidak begitu paham perbedaan antara adtech dan martech, jangan khawatir. Tidak lama lagi Anda tidak perlu melakukannya. Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah membuat batas antara kedua segmen pemasaran ini semakin samar dan sangat mungkin menghilang di kemudian hari. Ini karena keduanya akan menggunakan kumpulan data yang sama untuk menjangkau audience dengan lebih cerdas dan lebih personal. Iklan akan ditargetkan secara mikro, dan kampanye akan semakin mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Hyper-localization pun akan memainkan peran yang semakin penting di kemudian hari.

Customer Journey yang Dipersonalisasi

Menambahkan nama pelanggan ke email pemasaran sudah tidak cukup lagi. Semakin pelanggan dianggap sebagai seseorang, semakin mereka merasa terhubung dengan perusahaan yang melayani mereka. Hal ini penting karena di saat mereka merasa terhubung, mereka akan melakukan hal yang melampaui titik penjualan. Misalnya, memberikan rujukan produk atau mengirim pos baru di Facebook mereka. Lalu bagaimana caranya?

Pemasar perlu mengetahui lebih dalam perjalanan konsumen mereka. Seperti, apakah konsumennya lebih senang berbelanja di pagi hari dari laptopnya sambil minum kopi atau ketika berbelanja dari perangkat mobile ketika terjebak kemacetan di sore hari. Sebentar lagi, para pemasar akan mengetahui ini dan mengkomunikasikan insentif yang disesuaikan.

IoT Menjelaskan Customer Journey

Saat ini, data telah menjadi komoditi yang penting dan bisa di monetisasi. Dengan semakin terhubungnya kita lewat berbagai perangkat ke internet, semakin banyak juga data pemasaran yang bisa didapatkan dan dapat memberikan kilasan lebih besar mengenai gaya hidup konsumen. Dengan demikian, pemasar dapat menuntun perjalanan konsumen sesuai dengan keinginannya. Memang, konsumen kadang-kadang mengatakan bahwa mereka menemukan jenis data kolektif ini menjadi menyeramkan atau mengganggu, namun adopsi Amazon Echo dan Google Home dengan cepat mengatakan bahwa konsumen hanya merasa negatif terhadap perilaku ini saat mereka tidak dapat memahami nilai yang cukup dari pemasar.

Sebenarnya, tim marketing memiliki repertoar alat baru yang besar di gudang senjata mereka untuk menjalin hubungan yang lebih besar dengan pelanggan mereka ke depannya. Tentang bagaimana mereka bisa menggunakan alat tersebut secara efisien, itu menjadi cerita lain. Namun, seiring berjalanannya waktu, divisi pemasaran berbasis teknologi sendiri akan terus berkembang untuk menjembatani kesenjangan antara pakar pemasaran tradisional dan teknologi pemasaran yang sedang berkembang untuk membantu memberikan pengalaman yang lebih baik lagi kepada pelanggan.

[Img Source: Free-Photos / Pixabay]