Jeferrb/Pixabay
Oktober 5, 2018

Menyambut Revolusi Industri 4.0

By : Bizinsight

Revolusi Industri 4.0, ada yang bilang sudah dekat, tetapi tak sedikit yang bilang masih jauh karena kita belum siap. Namun, satu hal yang pasti, revolusi industri 4.0 adalah keniscayaan dan kita harus siap untuk menyambutnya ketika dia datang.

Dongeng tentang industri 4.0 sebenarnya sudah lama beredar. Mulai dari pekerja yang digantikan robot, teknologi AI yang dapat “menyetir” perusahaan dalam pengambilan keputusan layaknya para boards, perangkat yang saling terhubung, sampai organ 3D-printed. Ya, janji-janji itu lah perangkap manis bagi para konsumen dan juga perusahaan.

Untuk segala visi yang seolah masih fiksi ini, kita tidak bisa menyerahkan perkembangan teknologi begitu saja pada keberuntungan dan peluang. Guna menyambut kedatangannya, pemerintah Indonesia saja sudah membuat peta jalan implementasi Industri 4.0 atau Making Indonesia 4.0 sebagai landasan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Kalau begitu, bagaimana dengan para pelaku bisnis di berbagai industri? Apa yang harus mereka lakukan untuk menyeimbangkan berbagai kebutuhan dalam perusahaan yang berbeda-beda dan benar-benar dapat memanfaatkan teknologi baru yang muncul?

Di bawah ini adalah praktik-praktik yang dapat dipertimbangkan oleh para pemimpin bisnis untuk mulai dilakukan berdasarkan tulisan Chief Technologist PwC Chris Curran:

Memikirkan Ulang Pendekatan yang Diambil Ketika Bereksperimen

Laju perkembangan teknologi kini sudah tak terbendung. Setiap hari rasanya ada saja teknologi baru yang lahir dan sebagian besar perusahaan pasti aktif terlibat untuk mengeksplorasi peluang yang ada. Tapi, pernahkah Anda berhenti sejenak untuk mempertimbangkan kembali apa yang mendorong Anda dalam mengambil sebuah pilihan?

Umumnya, sebuah organisasi akan memprioritaskan salah satu dari faktor-faktor seperti masukkan vendor, kemajuan teknologi, atau pertimbangan bisnis ketika berkaitan dengan eksperimen. Namun, cara terbaik yang untuk maju adalah dengan mengevaluasi kebutuhan teknologi melalui lensa bisnis. Hal ini dapat membantu Anda dalam mengambil pilihan ketika akan bereksperimen dengan teknologi yang dapat menjadi pembeda perusahaan Anda selain memperluas kemampuan Anda untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain.

Terlibat Lebih Jauh dalam Ekosistem Teknologi yang Tengah Berkembang

Identifikasi organisasi mana yang sedang melakukan riset atau mungkin meluncurkan startup teknologi baru yang paling relevan untuk konsumen, produk, pasar, dan lokasi tempat perusahaan Anda berada. Hal ini dilakukan demi terlibat lebih jauh dalam ekosistem teknologi yang berkembang sangat cepat agar perusahaan Anda tidak tertinggal. Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah tujuan utama yang harus dicapai, yakni untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem yang lebih baik. Cobalah untuk mulai bekerja sama dengan beberapa dari organisasi baru yang bergerak di bidang teknologi dan tetap awasi sisanya.

Langkah lain yang dapat diambil adalah berinvestasi di universitas yang memiliki lab penelitian di bidang teknologi dengan spesialisasi di bidang pemecahan masalah yang sejalan dengan perusahaan Anda. Fokuskan hubungan itu pada pendidikan eksekutif, mengembangkan eksperimen penelitian, dan mungkin merekrut talenta terbaik.

Sebagai informasi, beberapa universitas di Indonesia juga sudah mulai memiliki inkubator startup mereka sendiri. Misalnya, UGM, AMIKOM, ITS, dan ITB dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan mereka.

Membangun Lab untuk Riset

Membentuk tim untuk memanen ide dari ekosistem yang kemudian dikembangkan menjadi prototipe dan demo dalam konteks bisnis Anda sendiri juga dapat menjadi pilihan tepat. Ciptakan zona bebas konsekuensi untuk tim kecil Anda dalam bereksperimen.

Terus coba hal-hal baru, mengulanginya, hingga Anda dapat menemukan prototipe kerja yang dapat menangkap potensi teknologi baru yang muncul. Setelah itu, Anda dapat berbagi aset ini secara internal, dengan mitra, hingga pelanggan terpilih untuk menghidupkan potensi tersebut dan menjelajah peluang bisnis baru.

Mengembangkan Pola Pikir Seperti Para “MAKERS”

“Makers” mungkin masih belum begitu akrab didengar oleh telinga orang Indonesia. Pada dasarnya, mereka adalah inovator yang mampu menarik koneksi di antara teknologi yang berbeda untuk memecahkan masalah dunia nyata dengan cara-cara baru. Mereka hadir di tengah-tengah kita dari kemunculan fabrikasi digital dan perusahaan dapat belajar satu atau dua hal dari mereka.

Mereka mau mencoba, menguji, dan gagal – lagi dan lagi. Mereka tidak peduli bila tangan mereka kotor. Mereka hanya ingin berbagi dan membangun penemuan dan pengetahuan satu sama lain. Perusahaan besar harusnya dapat banyak belajar dari bagaimana para makers melakukan pendekatan dalam memecahkan masalah dunia nyata.

Membuat Proses Baru

Proses reguler yang biasa Anda lakukan, seperti membangun kasus bisnis dan merencanakan proyek dengan dampak keuangan yang nyata, mungkin tidak akan berfungsi dengan maksimal di hadapan inovasi yang didorong teknologi baru. Lihat saja bagaimana startup teknologi sekarang ini bekerja yang nyawanya tak dapat diukur dengan metrik tradisional lagi.

Jadi, cobalah untuk mulai merancang proses baru. Contohnya, merancang proses terpisah dengan tahapan yang lebih kecil dan lebih pendek, termasuk memajukan ide, mengembangkan prototipe, pengujian pasar, dan penskalaan.

Memupuk lima praktik di atas bisa jadi akan membantu Anda lebih baik memanfaatkan teknologi yang sedang dikembangkan saat ini, serta yang akan muncul besok. Apalagi bila mengingat revolusi industri 4.0 yang sudah berjalan ke ambang pintu.

[IMG Source: Jeferrb/Pixabay]