Januari 18, 2019

Tentang Masa Depan Periklanan Digital

By : Bizinsight

Salah satu contoh klasik industri yang dikenal secara kreatif merangkul hal-hal yang baru dan yang akan datang adalah industri periklanan. Mulai dari teknologi hingga strategi media go-to-market yang dipandu oleh berkembangnya ekspektasi pelanggan untuk pengalaman yang dipersonalisasi. Industri ini memang akan terus bergerak maju dan merangkul inovasi, khususnya di bidang teknologi yang berhasil mengeskalasi nilai dari suatu produk.

Hubungan iklan dengan konsumen di era sekarang ini sudah seperti hubungan benci tapi cinta. Konsumen lelah dengan model iklan hard-selling dan ini bisa dilihat dari terus tumbuhnya pengguna layanan pemblokiran iklan. Di sisi lain, kondisi ini pun memberikan peluang bagi model lain yang dapat menjembatani kepercayaan konsumen untuk tumbuh, yaitu dalam  konten pemasaran.

Lihat saja bagaimana Instagram yang belum ada 10 tahun lalu kini telah merangkul 800 juta pengguna pada Januari 2018 dan menjadi salah satu tempat paling subur bagi influencer untuk membantu memasarkan sebuah merek. Namun, ruang tumbuh periklanan digital tak hanya sebatas konten saja, masih ada banyak tempat yang bisa dieksplorasi.

Akan Lebih Otomatis, Pintar, dan Transparan

Masa Depan Iklan Digital/Pexels

Menurut eMarketer, di tahun 2021, belanja iklan global diperkirakan akan mencapai $376 miliar (sekitar Rp5.334 triliun  — mengalami peningkatan 41 persen. Selain itu, lebih dari 70 persen video digital dan lebih dari 80 persen iklan bergambar diperkirakan akan dibeli melalui saluran otomatis tahun ini. Hal ini adalah buah dari semakin umumnya penggunaan programmatic advertising oleh merek sebagai cara membeli iklan.

Lalu, dengan semakin ramainya penghuni internet, periklanan digital pun akan bekerja dengan didorong oleh data. Ini akan mendorong adopsi teknologi lain seperti kecerdasan buatan (AI) yang akan membuat periklanan digital menjadi lebih pintar. AI dapat membantu merek dalam membuat iklan khusus untuk dapat bertemu dengan orang-orang yang sesuai.

Di samping itu, merek juga akan terus menuntut transparansi untuk mendapatkan kontrol penuh dan visibilitas ke tempat iklan mereka berjalan. Hal ini untuk melindungi ‘keamanan’ dari merek agar iklan tidak berjalan di dekat konten yang tidak diinginkan. Contoh kasusnya dapat dilihat pada berjalannya iklan ratusan merek di konten ekstrim yang ada di Youtube beberapa waktu lalu.

Akan Lebih Terukur

Iklan Akan Lebih Terukur/Pixabay

Teknologi digital adalah enabler untuk melakukan pengukuran terperinci bagi industri periklanan, khususnya untuk menunjukkan nilai iklan terhadap ROI secara keseluruhan. Dengan aliran data yang kian bertambah, Data Management Platform (DMP) akan menjadi pilihan teknologi yang digunakan pengiklan untuk mengukur efektivitas iklan digital.

Berdasarkan wawasan dari Salesforce’s Digital Advertising 2020 Report, lebih dari setengah responden (55%) melaporkan bahwa platform DMP adalah teknologi utama mereka untuk mengukur efektivitas periklanan digital. Sementara platform analisis situs web (50%), platform atribusi pemasaran (47%) dan laporan dan CRM dashboard (46%) juga digunakan secara luas. Selain itu, disebutkan juga bahwa sebagian besar (91%) pengiklan memiliki atau berencana untuk mengadopsi platform manajemen data pada tahun fiskal berikutnya.

Mengukur Efektifitas Iklan/Salsesforce Digital Advertising 2020 Report

Penggunaan DMP sendiri saat ini sebenarnya adalah hal yang lumrah yang dapat ditemukan dalam tim iklan dan pemasaran. Mereka akan menggunakan alat-alat pengukuran yang sesuai dengan tujuan pemasaran, penjualan atau strategi yang diberikan. Pun begitu, bukan tak mungkin teknologi yang muncul di kemudian hari juga akan mengguncang kerangka pengukuran iklan di masa depan.

Dengan format iklan seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) yang kian populer, kemampuan untuk mengukur pengalaman di media ini pun harus ikut maju. Bayangkan di kemudian hari perasaan seseorang terhadap suatu produk atau kampanye pemasaran dapat diukur dengan teknologi pengenalan wajah biometrik.

Akan Lebih Mengerucut ke Pengalaman

Masa Depan Iklan Digital dan Pengalaman yang Lebih Kaya/Pixabay

Mendapatkan loyalitas merek dari pelanggan melalui pengalaman luar biasa biasa yang diberikan kini menjadi suatu keharusan bagi merek. Kehadiran media baru seperti AR, VR, hingga realitas campuran pun membuka peluang untuk memberikan pengalaman yang lebih kaya.

Honda sudah mencoba merangkul media baru ini dengan Honda Dream Drive VR yang memberikan pengalaman virtual untuk membawa orang ke dalam salah satu mobilnya. Merek-merek besar lain seperti Samsung, Oreo, dan beberapa lainnya juga sudah mulai merangkul media baru ini.

Ke depan, para pakar industri sepakat bahwa anggaran akan bergeser ke lingkungan yang lebih terkontrol, dengan penargetan yang melihat konteks versus daripada hanya sekedar demografi. Di kemudian hari, bukan tak mungkin iklan juga akan dapat memperhitungkan perasaan orang tentang pengalaman tertentu.