Editorial November 9, 2018

Mengukur Tren E-Commerce Indonesia pada Momen Belanja Online Nasional

By : Bizinsight

Sudah praktis, banyak promo gratis. Mungkin dua hal itu yang menjadi magnet bagi sebagian orang untuk beralih ke belanja online. Tren belanja online di Indonesia pun memang kian populer dan diprediksi terus meningkat dalam tahun-tahun ke depan.

Hal ini didorong oleh sejumlah faktor pendukung seperti infrastruktur digital yang kian advance, tumbuh suburnya online marketplace, ditambah pengguna smartphone yang pada 2018 mencapai separuh populasi penduduk Indonesia. Semuanya saling mendukung dan membentuk ekosistem digital yang kian menunjang aktivitas belanja online.

Bahkan, toko offline (ritel) satu per satu telah terdampak alias gulung tikar dan mulai mentransformasi bentuk bisnisnya ke e-commerce. Nampaknya memang demikian persaingan bisnis hari ini. Pelakunya mesti keep up dengan perkembangan dan siap mengubah pola bisnisnya.

Jika mengamati toko-toko belanja online saat ini, hampir semua pemain besarnya selalu memiliki strategi unik atau bahkan gila dalam menarik pengunjung. Apakah hal ini yang membuat masyarakat ketagihan belanja online? Tentu untuk menjawabnya membutuhkan sejumlah data yang secara khusus merekam perilaku tersebut.

Unit riset dan pengolahan data Telkomsel, MSight, mencatat bahwa salah satu strategi untuk menarik pengunjung yang dilakukan toko-toko online adalah dengan menggelar promo besar-besaran pada momen tertentu. Contohnya promo di momen akhir tahun yang berbarengan dengan hari Natal, Hari Belanja Online Nasional, dan Tahun Baru.

Momen Akhir Tahun dan Harbolnas

Menjelang akhir tahun seperti sekarang ini, para pelaku e-commerce berinisiatif memanfaatkan momen tersebut untuk menggelar campaign belanja online secara nasional dan serempak. Di antara yang mendapat respons tinggi dan heboh dari masyarakat adalah Hari Belanja Online Nasional yang biasanya digelar pada 11 November (11.11) atau 12 Desember (12.12).

Terbukti, pada tahun lalu, jumlah kunjungan ke situs-situs belanja online pada triwulan keempat di bulan November dan Desember mengalami peningkatan hingga lebih dari 52,16 persen. Berbeda jauh dengan triwulan ketiga yang hanya mencatat angka kunjungan kurang dari 0,40 persen.

Jika dilihat dari traffic pelanggan Telkomsel, efek Harbolnas memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pengunjung ke situs-situs belanja online. Sebut saja Blibli.com, traffic kunjungan ke situs tersebut pada momen Harbolnas menembus angka 249,23 persen. Diikuti Berrybenka 226,99 persen, Zalora 174,91 persen, dan seterusnya.

Jika dilihat grafiknya, rata-rata kunjungan ke situs-situs tersebut pada Harbolnas menjulang tinggi jauh melebihi bulan-bulan sebelumnya.

Lebih dari 50 persen akses ke e-commerce pada Harbolnas tahun lalu masih terkonsentrasi di pulau Jawa. Pulau-pulau lain seperti Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi sebenarnya memiliki tingkat akses cukup potensial untuk ditingkatkan persentase keikutsertaannya.

Jika diamati, hampir semua toko online sudah pemanasan jelang 11 November nanti. Tampilan home penuh dengan banner dengan promo buy 1 get 1 free, gratis biaya kirim, hingga diskon 99% ditambah voucer dan promo lainnya.

Namun, bagaimana prospek campaign di tahun ini? Apakah persaingan promo yang sudah berlangsung ini akan berdampak pada peningkatan jumlah pengakses dari tahun sebelumnya? Menarik untuk mengamati bagaimana para pengusung e-commerce yang berawal di bisnis rintisan tersebut melakukan ekspansi marketingnya dan merambah pasar luar Jawa.

[Image Source: Pexels.com]