Januari 18, 2019

Hasil Survei: Bagaimana Respons Pelanggan Mengenai Iklan Digital?

By : Bizinsight

Tools dalam dunia marketing kini semakin berkembang dan canggih. Kalangan bisnis pun jadi memiliki banyak kesempatan dalam memaksimalkan penyebarluasan iklan kepada para pelanggan, khususnya lewat ranah digital advertising.

Anda bisa mempromosikan merek Anda di media sosial seperti Instagram, Facebook, LinkedIn, portal berita, atau SMS. Ada banyak cara yang bisa ditempuh agar pesan merek Anda tersampaikan kepada pelanggan di era digital seperti sekarang.

Iklan pun bisa muncul dalam banyak kesempatan. Di siang hari ketika orang-orang membuka akun media sosialnya atau portal berita, bisa juga ketika tengah menyaksikan televisi, mendengar radio, dan membaca koran.

Namun, jika berbicara dari sudut pandang pelanggan, ada baiknya jika kita berusaha mengetahui respons mereka terhadap iklan.

Untuk mengetahuinya, Telkomsel Digital Advertising (Digiads) melakukan survei melalui Telkomsel ROLi – aplikasi gaya hidup digital penuh hadiah. Survei ini melibatkan 94.006 pelanggan Telkomsel di dalam dan luar pulau Jawa dan berjalan selama sepekan.

Survei Digiads: Bila Konten Iklan Menarik, Pelanggan Tidak Akan Ragu untuk Berbagi

Dalam survei yang berjalan selama sepekan ini, kami menemukan bahwa respons pelanggan terhadap iklan cukup variatif. Mereka menginginkan iklan yang muncul di hadapan mereka memiliki kualitas, baik dari sisi penyajian maupun produk yang ditawarkan.

Misalnya, soal iklan yang kerap muncul di media sosial. Sebanyak 60 persen responden mengaku setuju-setuju saja, dengan catatan konten yang disajikan mesti eye catching atau atraktif.

Tidak hanya itu, 69 persen responden survei pun bahkan tidak akan ragu untuk membagikan konten iklan yang menarik ke media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa konten memiliki pengaruh yang cukup tinggi terhadap minat pelanggan.

Bila Anda perhatikan, penggarapan digital marketing saat ini juga selalu memberi perhatian lebih pada konten yang disajikan. Dengan pendekatan konten, tujuan yang ingin dicapai pun bukan sebatas how to sell, melainkan bagaimana cara menarik hati pelanggan.

Baca juga: Top 10 Ide Video Marketing untuk Startup dan Bisnis Anda

Maka, sangat wajar jika di kemudian hari pelanggan memiliki ikatan emosional dengan brand tertentu dan membagikan preferensinya ke khalayak umum. Sebagian besar responden (54%) survei ini pun mengatakan mau melakukan endorsement secara sukarela jika sudah nyaman dengan produk yang mereka gunakan.

Mengenai penyajian iklan, video menjadi pilihan yang paling diminati di antara format iklan lainnya. Format iklan video diminati oleh 63 persen responden survei, diikuti oleh tulisan advertorial (17%), banner (12%), dan influencer (8%).

Hal ini sejalan dengan tren yang berkembang karena lalu lintas data video di jaringan seluler diperkirakan akan mendominasi 74 persen dari semua lalu lintas data seluler di 2024 nanti.

Lebih jauh, iklan dalam format video ini pun rupanya dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan dalam membeli suatu produk. Setidaknya ada 56 persen responden mengaku, iklan yang disajikan dalam format video lebih memiliki pengaruh terhadap keputusan mereka dalam membeli suatu produk.

*Bizinsight telah menulis sejumlah artikel untuk mengulas tren video di kalangan masyarakat maupun bisnis.

Source: ROLi App Survey