SEM dan SEO
November 12, 2019

Pahami SEM dan SEO untuk Optimalkan Strategi Pemasaran Digital

By : Bizinsight

Industri digital marketing saat ini dianggap sebagai industri paling menarik untuk dieksplorasi. Seiring dengan inovasi di dalamnya, ada banyak istilah-istilah baru dalam digital marketing yang perlu dipahami dengan baik oleh para pemasar digital. Istilah tersebut akan membantu para marketer dalam penyusunan strategi pemasaran mereka di dunia maya, termasuk istilah SEM dan SEO.

Salah satu istilah yang populer di kalangan para pemasar digital adalah search engine optimization (SEO). SEO merupakan sebuah strategi yang disusun oleh para pemasar digital yang tujuannya menaikkan website atau blog hingga berada di laman pertama dari search engine results page (SERP). Kunci dari SEO adalah pemanfaatan keyword dalam setiap konten yang disiapkan, serta ketekunan dan keterampilan dari tim SEO.

Optimalisasi SEO biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi hasilnya dapat dirasakan dengan jelas. Strategi SEO yang berjalan dengan baik akan secara langsung meningkatkan traffic atau kunjungan dari visitor yang menggunakan keyword. Hal utama yang menjadi indikator keberhasilan sebuah SEO adalah kedudukan web atau blog di laman utama dari SERP.

Perbedaan SEM dan SEO

Selain SEO, ada satu istilah penting lain yang wajib dipelajari oleh setiap pemasar digital, yaitu search engine marketing (SEM). Dibanding SEO, SEM memang terdengar kurang familiar di telinga kita. Namun, fungsi SEM sangat krusial untuk strategi pemasaran. Sesuai dengan namanya, SEM adalah upaya untuk memasarkan situs melalui mesin pencari.

[BACA JUGA: Mengapa SEO Menjadi Kunci dalam Menguasai Digital Marketing?]

Perbedaan antara SEM dan SEO terletak pada fokusnya. Fokus utama dari SEM adalah pemasaran produk di mesin pencari. SEO lebih menekankan kepada penyebaran keyword dalam konten-konten sehingga menarik traffic visitor, sedangkan SEM memiliki misi untuk menawarkan produk secara langsung kepada visitor. SEM jarang digunakan untuk mempromosikan konten tulisan saja. Penawaran produk melalui SEM dapat dilihat dengan jelas di search engine atau ecommerce yang bergerak di penjualan produk atau layanan.

Perbedaan mendasar lainnya antara SEM dan SEO juga terletak dari segi biaya yang diperlukan. SEO merupakan langkah yang bisa dilakukan secara gratis karena berkutat pada konten tulisan saja. Sebaliknya, SEM membutuhkan biaya untuk diaplikasikan. Mengapa demikian? SEM merupakan trik pemasaran digital dengan membayar kepada mesin pencari atau ­­ecommerce sehingga mendapatkan ruang untuk memasang iklan. Metode pembayaran SEM biasanya dilakukan dengan cara PPC (pay per click).

perbedaan SEM dan SEO

Perbedaan SEM dan SEO. Source: blog.alexa.com

Selain masalah tujuan dan biaya, SEM dan SEO juga berbeda dalam hal dampak dari hasil pengaplikasian keduanya. Iklan dari SEO cenderung lebih tahan lama ketimbang SEM, namun iklan hasil SEM akan memberikan dampak yang lebih cepat karena frekuensi dari pengguna search engine yang luar biasa banyaknya.

Jangkauan SEM juga lebih besar ketimbang SEO. Keyword yang merupakan bagian terpenting dari SEO terletak pada setiap landing page dari konten yang dipersiapkan, sedangkan iklan dari SEM terlihat saat orang menggunakan search engine atau membuka laman ecommerce untuk berbelanja. Alhasil, banyak orang yang tertarik untuk meng-klik iklan tersebut.

[BACA JUGA: 6 Istilah Digital Marketing yang Wajib Diketahui]

Sebenarnya, SEM dan SEO memiliki kesinambungan satu sama lain. Baik SEM maupun SEO sama-sama memiliki fungsi yang krusial untuk strategi pemasaran digital. Pengadopsian SEM dan SEO yang sesuai dengan kebutuhan bisnis akan memberikan bantuan yang besar untuk perkembangan bisnis dalam persaingan era digital yang semakin ketat. Karena itulah, setiap pemimpin dan eksekutif perusahaan perlu menyadari potensi yang besar dalam pemanfaatan SEM dan SEO.