storytelling dalam marketing
Oktober 21, 2019

Storytelling dalam Marketing adalah Cara Terbaik Menangkan Hati Pelanggan

By : Bizinsight

Kesuksesan sebuah brand dalam memasarkan produknya tentu dapat diukur dari hasil penjualan. Namun, angka bukanlah segalanya saat kita membicarakan tentang marketing. Untuk membangun sebuah bisnis yang profitable dan berkelanjutan, setiap brand dituntut untuk menarik dan mempertahankan pelanggannya, sekaligus membuat bisnis perusahaan terlihat ‘seksi’ di mata investor maupun pelanggan.

Strategi terjitu untuk membangun reputasi yang baik adalah dengan menimbulkan rasa percaya dengan kualitas yang dimiliki oleh brand tersebut. Kepercayaan merupakan fondasi awal dari terbangunnya image yang baik. Untuk membangun kepercayaan tersebut. Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah: bagaimanakah cara sebuah brand membangun reputasi perusahaan mereka sehingga mendapatkan hati para pelanggan?

Ada beragam cara yang dapat dijadikan contoh untuk pertanyaan ini. Misalnya, aktifitas PR (Public Relation) dari salah satu startup kebanggaan Indonesia, Tokopedia, yang senantiasa mengusung tagline-tagline dorongan bagi masyarakat untuk berani memulai bisnis jual beli online yang menguntungkan. Tidak hanya startup, perusahaan raksasa juga menerapkan hal yang sama untuk mendapatkan hal yang sama. Langkah Djarum Foundation melakukan seleksi talenta bulu tangkis muda Indonesia, “Beswan Djarum”, yang baru-baru ini terpaksa diberhentikan setelah sekian tahun bergulir juga dapat dijadikan contoh bagaimana sebuah brand ingin membangun reputasi yang baik dengan melakukan kegiatan sosial.

[Baca juga: Video Marketing: Cara Terbaik Bagi Bisnis untuk Rangkul Digital Marketing]

Citra tidak dapat terbangun dalam sekejap mata. Diperlukan strategi, konsistensi dan kerja keras saat sebuah brand ingin melekatkan nilai tertentu pada bisnisnya. Salah satu faktor yang harus diperhitungkan sebuah brand untuk membangun citranya adalah dengan mempersiapkan narasi cerita dan menyampaikannya dengan melakukan storytelling dalam marketing yang matang.

Storytelling merupakan teknik dalam public speaking dimana sang pembicara mampu menyampaikan informasi kepada audiens dengan menarik dan menggugah perasaan. Para Chief Executive Officer yang memimpin perusahaan elit di dunia sadar akan kekuatan dalam storytelling. Jack Ma dari Alibaba, misalnya, selalu memperhatikan otentisitas dan kesederhanaan saat melakukan storytelling. Dengan storytelling-nya, Jack Ma seringkali menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang.

Kendati demikian, bagi para CEO, tantangan terbesar untuk melakukan storytelling dalam marketing adalah komposisi dari data yang dimiliki dengan narasi yang dikembangkan. Survey yang dilakukan oleh Widen pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 21,5% dari para marketer professional menyatakan bahwa menyampaikan cerita dengan data. Penting bagi para storyteller untuk menyampaikan cerita dengan bukti yang relevan.

Tidak hanya digunakan saat pidato, storytelling juga kini sering diadopsi sebuah brand saat mengiklankan produknya. Kita patut kagum terhadap Tokopedia dengan tagline #MulaiAjaDulu yang berhasil memberikan kesan di setiap iklan hasil kreasi mereka.

Saat sebuah brand mampu membuat narasi storytelling dalam marketing yang bagus dan konsisten, maka kesepahaman antara brand dan pelanggan akan lahir. Dari situlah, para pelanggan akan merasa dekat dengan brand tersebut. Selain itu, ‘mendongeng’ saat memasarkan sebuah produk terbukti lebih ampuh menarik minat para pembeli, ketimbang hanya menyajikan data dan angka-angka dalam sebuah tabel semata, atau secara gamblang menyampaikan keunggulan produk karena banyak orang yang lebih senang menyimak sebuah cerita agar tidak bosan.

[Baca juga: Strategi Jitu Mempersiapkan Video Marketing yang Efektif]

Keunggulan utama storytelling dalam marketing tidak hanya membuat para audiens atau pelanggan merasa satu frekuensi dengan sebuah brand, tetapi juga mampu mengubah perasaan dari para pelanggan. Kekuatan dalam kata-kata yang dirangkai dengan penuh makna saat sebuah storytelling disampaikan sangatlah besar. Sebuah storytelling yang baik dapat menggerakan hati hingga membuat orang terinspirasi.

Saat sebuah brand menggali kekuatan dalam sebuah cerita, maka gerbang untuk membangun citra perusahaan telah terbuka lebar. Dengan narasi yang matang dan konsisten, sebuah brand akan semakin dikenal dan membaur dengan para pelanggannya, dan hal ini akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan bisnis perusahaan.