Tantangan pemasaran, personalisasi/Shutterstock
Editorial November 29, 2019

Tantangan Pemasaran Berbasis Data dari Perspektif CEO

By : Bizinsight

Di era serba terhubung ini, pemasaran berbasis data menjadi hal yang lumrah dilakukan untuk hasil yang lebih efektif dan efisien. Akan tetapi, hanya karena Anda dapat mengumpulkan data dari berbagai sumber, itu tidak menjamin Anda sudah dapat melakukan pemasaran berbasis data dengan mudah. Ada beberapa tantangan pemasaran berbasis data yang perlu dipahami karena melakukan hal ini memang tidak semudah ketika sedang membaca buku.

Pada dasarnya, pemasaran berbasis data adalah tentang penggunaan data terstruktur dan data tidak terstruktur tentang pelanggan Anda. Data-data tersebut diolah sedemikian rupa sehingga dapat memperoleh wawasan dan membantu dalam membuat keputusan yang efektif darinya. Jika dilakukan dengan benar, praktik pemasaran berbasis data ini dapat membantu pemasar dalam melakukan personalisasi pemasaran sehingga dapat menghasilkan 5-8 kali lipat ROI.

Semanis manfaatnya, di saat yang sama, ada beberapa tantangan pemasaran berbasis data yang perlu diketahui. Berikut ini, adalah tiga tantangan pemasaran berbasis data mendasar yang perlu diketahui oleh perusahaan jika ingin melakukan pemasaran berbasis data menurut CEO dan President Director PT Unilever Indonesia Tbk. Hemant Bakshi, CEO India and Southeast Asia Havas Media Mr. Vishnu Mohan, dan Managing Director EMTEK Mr. Sutanto Hartono yang disampaikan saat acara MMA Impact Indonesia 2019 di Jakarta.

Menggunakan alat yang tepat

Using the right tools t manage the data/Christina Morillo on Pexels

Using the right tools to manage the data/Christina Morillo on Pexels

Data ada di mana-mana saat ini. Melakukan penyaringan dari lautan informasi ini tentu akan memakan waktu. Maka dari itu, menurut Hartono, menggunakan alat yang tepat untuk mengelola data yang berhasil dikumpulkan dan disaring menjadi sangat krusial. Hartono sendiri mempelajari hal ini dengan cara yang tak mudah.

Hartono menyampaikan bahwa di masa awal ekosistem digital EMTEK dibangun, mereka memperlakukan masing-masing entitas digital yang ada secara terpisah. Hal ini justru membuat pihaknya melewatkan elemen terpenting dalam hal memahami data consumer roadmap yang lebih luas. Contohnya, untuk mengetahui apakah pemirsa yang sama mengonsumsi artikel tertentu untuk video konten tertentu dan kemudian melakukan sebuah transaksi.

Hartono juga menambahkan, untuk menangani hal ini, pihaknya memulai dari hal paling mendasar, yakni dengan membangun DMP (Data Management Platform). Dengan menerapkannya, kini EMTEK memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengetahui data lintas perjalanan pengguna.

Akan tetapi, tantangan lain juga masih ada. Satu di antaranya yakni tentang mengelola organisasi untuk menjadi lebih berorientasi pada data karena tidak semua talenta adalah datasavvy. Untuk menangani hal ini, Hartono menyampaikan bahwa ia melakukan banyak percobaan. Misalnya, membentuk gugus tugas yang memasangkan tim pemasaran dan produk sehingga mereka berada di kapal yang sama dan dapat menciptakan cara untuk lebih berorientasi pada data.

Mencari dan menemukan talenta yang tepat

Finding the right data savvy talent/Startup Stock Photo on Pexels

Finding the right data savvy talent/Startup Stock Photo on Pexels

Jika Hartono mewakili korporasi, tantangan pemasaran berbasis data yang dirasakan oleh Mohan dengan Havas Media yang dipimpinnya mewakili agensi. Meski terasa berbeda, bisa dikatakan, keduanya masih terkait.

Mohan menyampaikan bahwa tugas utama organisasinya adalah memfasilitasi beberapa keputusan yang perlu diambil oleh pemasar dengan berdasarkan data. Maka dari itu, tantangan terbesar yang dirasakan oleh Mohan lebih berada di area talenta.

Dalam hal ini, ada dua hal yang menjadi perhatian Mohan. Hal pertama adalah mencari talenta yang kreatif dan berorientasi data. Hal kedua adalah menemukan bakat yang memiliki kemampuan untuk membuat data menjadi sederhana.

Saat berhadapan dengan data, itu artinya Anda akan bertemu dengan para ilmuwan data. Mereka adalah orang-orang yang mencintai teknologi tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menyederhanakan apa yang mereka ketahui.

Jika Anda berbicara dengan mereka, Anda akan mendengar banyak jargon yang belum pernah Anda dengar sebelumnya. Oleh karena itu, bakat yang mampu menjadi jembatan dan menyampaikan jargon dengan cara yang lebih sederhana menjadi salah satu perhatian Mohan.

Menyederhanakan data

Simplified the data adalah salah satu tantangan pemasaran berbasis data/Lukas on Pexels

Simplified the data adalah salah satu tantangan pemasaran berbasis data/Lukas on Pexels

Ada satu hal yang tidak boleh dilupakan ketika melakukan pemasaran berbasis data, yaitu fakta bahwa merek ingin mendapatkan konten yang paling persuasif dan relevan untuk menargetkan konsumen pada waktu yang tepat. Di sinilah para pemimpin seperti CEO dan CMO memainkan peran, yaitu menyederhanakan.

Dengan banyaknya teknologi dan juga pesan di era digital ini, rentang waktu perhatian dan fokus seseorang juga ikut menurun menjadi seperti ikan. Maka dari itu pesan yang relevan dan mudah dimengerti konsumen menjadi penting. Menurut Hemant hal ini menjadi sangat mungkin saat ini karena ketersediaan data yang melimpah. Tentu setelah faktor tantangan seperti talenta dan juga alat yang digunakan tidak menjadi halangan lagi.

Hemant juga mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk menjadi manajer merek atau pemasar digital bagi kaum muda. Dengan banyaknya data, banyak kampanye pemasaran kreatif yang harusnya dapat dilakukan, dibandingkan era sebelum teknologi secanggih sekarang ini.

Misalnya dengan melakukan pemasaran melalui banyak saluran digital yang saat ini tersedia, baik itu iklan di situs web, media sosial, dan saluran teknologi klasik seperti SMS. Penggunaan SMS sendiri masih relevan saat ini dalam menyampaikan pesan pemasaran untuk memperluas cara pelanggan terhubung dengan perusahaan berbasis teknologi.

SMS sendiri dapat menjangkau seluruh lapisan pasar pengguna ponsel saat ini. Bila teknologi ini digabungkan dengan metode pemasaran berbasis data, kapabilitas dalam membidik targetnya pun meningkat.

Sebagai operator telekomunikasi terkemuka, Telkomsel sendiri telah mengoptimalkan teknologi manajemen data sejak 2014 untuk dapat menghasilkan wawasan tentang perilaku konsumen secara kolektif. Hal ini memungkinkan merek untuk meningkatkan kemampuannya untuk memberikan penawaran yang tepat kepada konsumen.

Para pemilik brand dapat mengoptimalkan metode pemasaran yang dikawinkan dengan pengelolaan data ini lewat berbagai macam layanan Telkomsel DigiAds. Sebagai bagian dari keluarga besar Telkomsel, DigiAds dapat menghubungkan brand ke lebih dari 160 juta pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia sesuai dengan kebutuhan.

Telkomsel DigiAds adalah bagian dari keluarga besar Telkomsel. Dengan media iklan yang luas, inventori terverifikasi, dan teknologi periklanan yang maju, kami ingin menjadi Indonesia’s most preferred programmatic media powerhouse. Hubungi kami melalui email di digitalads@telkomsel.co.id bila Anda tertarik untuk menjadi rekanan. Ikuti kami di media sosial seperti Instagram dan LinkedIn untuk mengetahui lebih banyak tentang insight dan juga kegiatan terbaru kami.