Digital Marketing 2019
Editorial Desember 14, 2018

Empat Tren Digital Marketing 2019 yang Perlu Diperhatikan

By : Bizinsight

Tahun baru sudah di depan mata dan para pemasar sudah kembali dihadapkan pada pertanyaan sederhana, “Apa yang akan terjadi di dunia pemasaran tahun depan?”. Ya, mau bagaimanapun, di dunia yang dinamis dan berkembang pesat ini, menjadi yang terdepan dapat membuat perbedaan dalam banyak hal. Semakin Anda bisa merencanakan ke depan, semakin baik Anda merasa siap untuk mengelola perubahan tersebut ketika terjadi.

Video Marketing

Di tahun 2018 ini, video menjadi salah satu kanal pemasaran favorit, termasuk para pemasar digital di Indonesia. Ini tidak lepas dari penetrasi ponsel pintar yang terus menanjak dan juga akses internet yang jauh lebih baik. Pergeseran perilaku menonton di masyarakat pun menjadi tak dapat dihindari. Dari yang tadinya menonton televisi, secara perlahan mereka akan lebih sering menyaksikan tayangan video dari perangkat seluler yang dimiliki.

Berdasarkan data dari Ericsson Mobility Report 2018, lalu lintas data video di jaringan seluler diperkirakan akan tumbuh sekitar 35 persen per tahun hingga 2024 dan akan mendominasi 74 persen dari semua lalu lintas data seluler. Hal ini dapat terjadi karena video telah menjadi bagian dari sebagian besar konten di internet. Selain itu, hadirnya format dan aplikasi media yang imersif (HD/UHD, Video 360 derajat, AR, VR) juga memberikan dampak yang signifikan.

Ericsson Mobility Report 2018

Ericsson Mobility Report 2018

Di Indonesia sendiri, tren video pemasaran sudah terlihat pertumbuhannya. Berbagai  perusahaan, baik yang rintisan maupun yang sudah mapan, pun kian gencar merilis video pemasaran dengan konsep yang menghibur tetapi dapat mengedukasi target pasarnya. Pada kenyataannya, video pemasaran yang dieksekusi dengan baik pun dapat menyelamatkan nyawa perusahaan (Old Spice) yang sudah hampir mati. Tahun depan, tren ini akan terus tumbuh dan yang akan menjadi pembeda adalah konsep dan kreativitas.

Inbound Marketing

Dunia digital di tahun 2018 ini sebenarnya sudah sesak. Ada hampir 4,2 miliar pengguna internet di seluruh dunia pada Oktober 2018, menurut laporan The State of the Internet in Q4 2018 dari We Are Social. Dalam satu menit, dapat terjadi 3,7 juta pencarian melalui Google. Iya, internet sudah begitu ramai dan belum menunjukkan perlambatan.

Internet dalam satu menit

Internet dalam satu menit

Lalu, kenapa perlu memperhatikan inbound marketing? Sederhana, karena berapapun anggaran iklan bulanan yang Anda punya, $ 100 atau $ 100.000, Anda pasti ingin mendapatkan return terbesar untuk uang yang Anda keluarkan dan inbound marketing bisa memberikan itu. Menurut Founder and CEO of Pink Lemonade Tina Garg, cost-per-lead dari inbound marketing lebih murah dan efektif bila dibandingkan dengan pemasaran tradisional.

Inbound marketing sendiri umumnya berkutat pada konten di situs Anda atau kanal lain yang relevan, tentang bagaimana menciptakan pengalaman berharga yang memiliki dampak positif pada orang dan bisnis Anda. Melalui konten yang relevan dan bermanfaat, Anda menarik pelanggan ke situs atau blog, libatkan mereka lebih jauh lewat email atau alat percakapan lainnya, dan janjikan nilai-nilai berkelanjutan dari perusahaan. Ini adalah maraton, bukan sprint.

Influencer Marketing

Di tahun 2018 ini, ada berapa banyak orang-orang berpengaruh di media sosial yang Anda ikuti dan mempromosikan produk/jasa di timeline Instagram, Twitter, atau Facebook mereka? Inilah bentuk dari influencer marketing, sebuah teknik baru yang satu dekade silam tidak ada yang dapat membayangkannya. Ini adalah buah dari candu media sosial yang terus meningkat.

Type of Native Ads Used / Getcraft

Type of Native Ads Used / Getcraft

Salah satu alasan paling kuat sebuah merek menggunakan kanal ini adalah untuk membangun kepercayaan konsumen. Nielsen pernah melaporkan 92% orang mempercayai rekomendasi dari individu, bahkan jika mereka tidak kenal langsung orangnya.

Tapi, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal bila ingin memilih kanal ini. Tak peduli seberapa kreatif dan original konten yang dibuat oleh influencer, sekali mereka memiliki skandal, bukan tidak mungkin merek Anda juga ikut terluka.

Chatbot

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas chatbot terus meningkat dan tren ini diprediksikan akan terus berlanjut ke tahun berikutnya. Popularitas chatbot semakin menanjak karena kemampuannya untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan dasar dari pelanggan. Hal ini tentu dapat membantu merek dalam menghemat waktu dan uang.

Beberapa perusahaan seperti Domino, Kayak, dan CNN bahkan telah berhasil mengadopsi dengan baik chatbot yang dikembangkan Facebook untuk meningkatkan engagement. Tren ini akan terus berkembang tahun depan dan besar kemungkinan akan menjadi sesuatu yang normal mengingat laju perkembangan teknologi smartphone yang kian tak terbendung.

Bagaimana dengan kecerdasan buatan, blockchain, atau IoT?

Hanya karena tidak masuk dalam list, bukan berarti tren-tren tersebut bisa diabaikan. Teknologi yang terus berkembang justru akan menjadi repertoar alat baru yang besar di gudang senjata para pelaku digital marketing 2019 nanti. Tentang bagaimana mereka bisa menggunakan alat tersebut secara efisien, itu menjadi cerita lain

Dalam waktu dekat ini, tren di atas adalah yang terbaik untuk difokuskan pada 2019 nanti untuk sebagian besar bisnis. Uji mereka, dan lihat apa yang terbaik bagi Anda untuk menentukan bauran pemasaran ideal pribadi Anda. Ini adalah investasi yang pasti akan terbayar.