Lima hal yang dapat memengaruhi tren programmatic advertising 2019/Pexels
April 26, 2019

Lima Hal yang dapat Memengaruhi Tren Programmatic Advertising 2019

By : Bizinsight

Tren programmatic advertising 2019 akan dipengaruhi oleh teknologi-teknologi yang kini sedang tumbuh dan berkembang. Programmatic advertising sendiri popularitasnya kini tengah bergerak ke arah yang positif. Menurut prediksi Zenith Media, 65% dari total belanja iklan di media digital pada 2019 akan dihabiskan untuk programmatic ads. Tak jauh berbeda, laporan Pubmatic pun menyebutkan bahwa programmatic ads akan mewakili lebih dari dua pertiga transaksi dari total pengeluaran digital display ad di seluruh dunia pada tahun 2019.

Dengan segala kemudahan yang ditawarkan bagi pengiklan, wajar saja bila banyak yang yakin bahwa teknologi periklanan masa depan akan berada di programmatic ads. Ini juga menunjukkan bahwa programmatic ads yang telah populer tak akan jatuh dari radar ekosistem periklanan digital untuk jangka waktu yang lama. Maka dari itu, tak ada salahnya bila kita melihat beberapa tren yang cenderung akan membentuk masa depan periklanan terprogram.

Berikut ini adalah lima hal yang dapat memengaruhi tren programmatic advertising 2019:

Video Akan Tetap Menjadi Format Favorit untuk Beriklan

Ketertarikan terhadap video tumbuh dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi yang paling berpengaruh adalah konektivitas dan perangkat mobile. Dengan adopsi 4G yang kian merata di nusantara, mengkonsumsi konten video melalui ponsel pintar pun jadi lebih mudah dan mulus. Apalagi kalau era 5G sudah datang, konsumsi video pasti akan menikmati masa emasnya.

Visual, audio, hingga jalan cerita yang menarik dari sebuah iklan dalam format video juga memberikan sebuah pengalaman menarik untuk konsumen. Emosi konsumen yang dimainkan melalui sebuah video pada akhirnya memainkan peran penting dalam memengaruhi dan meningkatkan perjalanan pembelian. Itulah sebabnya belanja iklan video seluler sudah tumbuh lebih cepat daripada format periklanan digital lainnya, dan momentumnya akan terus berlanjut.

Dominasi In-App Advertising Kian Kuat Menjadi Tren Programmatic Adveritising 2019

Secara bertahap, pengguna seluler sudah mulai beralih dari menggunakan browser seluler ke berbagai aplikasi di berbagai vertikal. Afinitas terhadap aplikasi ini pun memaksa pengiklan untuk mengalihkan belanja iklan mereka ke iklan dalam aplikasi.

Iklan dalam aplikasi juga menawarkan pemasar kesempatan yang lebih baik dalam menargetkan pasar yang tepat sasaran. Ini bisa diperoleh dengan ketersediaan data lokasi, pengidentifikasi perangkat melalui SDK dalam aplikasi, hingga pengoptimalan format iklan yang dipakai agar pesan dapat disampaikan lebih efektif.

Selain itu, adopsi cepat model in-app header bidding (lelang terpadu) memungkinkan pelelangan yang adil dan transparan. Ini akan berkontribusi pada pertumbuhan iklan dalam aplikasi lebih jauh.

Transparansi dan Ad Fraud

Sama seperti di setiap bidang, seiring dengan pertumbuhan industri periklanan digital, ada saja orang-orang yang melakukan penipuan di lapangan dan menyebarkan konsep ad fraud. Ini menyebabkan keadaan yang mengkhawatirkan tentang keamanan dan produktivitas kampanye iklan yang sedang berjalan. Sehingga, secara alami, konsep transparansi secara bertahap pun mulai muncul.

Kini, mayoritas vendor teknologi iklan, pengiklan & penerbit telah mulai berkolaborasi atau bermitra dengan pihak ketiga khusus untuk mendeteksi penipuan sehingga dapat mengatasi ancaman ini. Di 2019, kita akan mulai melihat upaya industri besar-besaran pertama kali untuk memerangi penipuan dan akhirnya penurunan angka penipuan iklan.

AI Mulai Memengaruhi Tren Programmatic Advertising 2019 untuk Membuka Potensi Lebih Luas

Premis dari artificial intelligence (AI) untuk programmatic ads adalah membuka pemahaman baru tentang perilaku pengguna. Tujuan yang ingin dicapai sudah jelas, yaitu optimalisasi proses lelang secara keseluruhan. Dengan AI, penawaran dapat disesuaikan dan ditanggapi secara real-time berdasarkan data analitik mendalam. Ini menjanjikan peningkatan keseluruhan proses lelang dan menghindari penawaran yang tidak perlu.

Di samping itu, masih ada banyak skenario lain ketika AI akan masuk ke programmatic ads dalam waktu dekat untuk memberikan solusi terbaik bagi penerbit, merek, dan agensi. Contohnya untuk memprediksi perilaku pengguna yang mungkin terjadi dengan unit iklan tertentu hingga menemukan kemungkinan konversi dari tayangan yang disajikan.

Membangun Programmatic Ads Secara Internal Masih Menjadi Tantangan

Untuk memindahkan programmatics ads secara internal, perusahaan harus memiliki rencana investasi yang matang. Ini untuk memastikan bahwa keberlanjutan perusahaan tetap berada di atas segala kemajuan teknologi.

Mereka juga harus mempertahankan kumpulan ahli yang sangat terampil dalam menambahkan elemen “sentuhan manusia” untuk mengawasi proses. Memperlakukan programmatic ads seperti halnya alat perdagangan saja akan merusak efisiensi nyata yang dibawanya ke kampanye iklan.

Dunia programmatic ads adalah bidang yang sangat teknis yang membutuhkan talenta terbaik dalam bisnis agar dapat menangani data-data secara real-time dengan efisien. Dengan video yang menjadi format favorit dalam beriklan saat ini, dukungan infrastruktur teknologi juga diperlukan agar dapat memproses data dalam ukuran besar (Terabyte).

[Img source: Pexels]