Digital Advertising Indonesia 2020 Masih Akan Berkembang/Pexels
Berita Januari 24, 2020

Digital Advertising Indonesia 2020 Masih Berkembang Pesat

By : Bizinsight

Pasar digital advertising Indonesia 2020 masih akan berkembang menurut laporan 2020 Global Ad Trends dari PubMatic. Perkembangan ini akan dipimpin oleh anggaran belanja digital programmatic ads yang nilainya diprediksi akan mencapai lebih dari $500 juta (sekitar Rp6,8 triliun) atau tumbuh hingga 54 persen.

Salah satu pendorong perkembangan programmatic ads di pasar digital advertising Indonesia 2020 ini adalah tren penggunaan format media iklan video. Indonesia akan melihat pengeluaran programmatic video ads tumbuh hampir dua kali lipat tahun ini dan menjadikannya pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk format video di dunia menurut PubMatic.

Total Media Ad Spending Share Wordlwide/PubMatic

Total Media Ad Spending Share Wordlwide/PubMatic

Selain itu, PubMatic juga mencatat bahwa sebagian besar belanja iklan secara global akan dihabiskan ke sektor digital hingga 2021. Digital display ads, termasuk video, akan menjadi format iklan yang tumbuh paling cepat. Secara keseluruhan, iklan digital diprediksi akan berkontribusi terhadap setengah dari total pengeluaran belanja iklan media di seluruh dunia.

Total belanja iklan digital secara global di tahun 2020 sendiri diproyeksikan dapat mencapai $435,8 miliar (sekitar Rp5.946 triliun), tumbuh hingga 56,6 persen. Negara-negara seperti Amerika, China, UK, Jepang, dan Jerman adalah negara-negara yang akan memimpin pertumbuhan ini dengan anggaran belanja yang besar.

Digital Advertising Indonesia 2020 dan Perkembangan Programmatic Ads

Digital Programmatic Ad Spend/Pubmatic

Digital Programmatic Ad Spend/Pubmatic

Programmatic ads adalah sebuah proses otomatis untuk membeli dan menjual inventaris iklan melalui bursa (ad exchange) yang menghubungkan pengiklan dengan penerbit. Memahami programmatic ads pada tingkat yang paling dasar artinya menyadari bahwa ini adalah proses otomatis. Proses ini pada dasarnya menggunakan mesin dan algoritma dalam melakukan proses jual-beli ruang iklan dengan real–time bidding untuk inventaris di saluran seluler, display, video, media sosial, bahkan sampai ke televisi.

Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan, wajar bila programmatic ads menjadi salah satu senjata yang atraktif para pengiklan di era digital. Tren pertumbuhan programmatic ads pun masih meningkat dengan konstan. Menurut PubMatic, transaksi digital programmatic ads diperkirakan akan mewakili lebih dari dua pertiga pengeluaran digital display ads di seluruh dunia pada tahun 2020 ini. Sama dengan tahun lalu, tetapi dengan nilai yang meningkat.

[Baca juga: Berkenalan dengan Programmatic Advertising]

Di Indonesia sendiri, programmatic ads telah menunjukkan geliat pertumbuhan sejak tahun 2019 silam. InMobi dalam laporan The State of Mobile Programmatic Buying Southeast Asia 2019 mencatat bahwa di tahun 2019 Indonesia adalah pasar programmatic paling menarik di Asia Tenggara. Sekitar 56 persen dari responden InMobi menyebutkan bahwa mereka ingin meningkatkan investasi programmatic ads untuk mencapai tujuan marketing mereka.

Untuk pasar digital advertising Indonesia 2020, laporan terbaru PubMatic makin menebalkan fakta tersebut. Total belanja programmatic ads Indonesia diperkirakan bisa tumbuh hingga 54 persen dengan nilai yang dapat mencapai lebih dari $500 juta (sekitar Rp6,8 triliun). Pertumbuhan ini melanjutkan pertumbuhan tahun lalu dan bila tercapai maka Indonesia menjadi pasar programmatic ads yang paling cepat berkembang pada tahun 2020 bersama dengan India dan Brazil.

Tren Video di Pasar Digital Advertising Indonesia 2020

Programmatic video ad spend/PubMatic

Programmatic video ad spend/PubMatic

Format iklan video yang kian populer akan tetap menjadi pendorong utama pengeluaran iklan digital. Menurut proyeksi PubMatic, format iklan video akan menyumbang 31 persen dari total pengeluaran iklan digital display ads secara global pada tahun 2012 nanti. Sementara di tahun 2020 ini, format iklan video diprediksi dapat menyumbang 29 persen dari total pengeluaran iklan digital display ads secara global. 

[Baca juga: Tren Video Online dan Pergeseran Perilaku Menonton di Masyarakat]

Kepopuleran penggunaan format iklan video sendiri bukan tanpa sebab. Perilaku menonton masyarakat Indonesia pun telah berubah drastis dalam satu dekade belakangan. Faktor yang mempengaruhi perilaku menonton ini juga beragam. Beberapa di antaranya yaitu internet cepat yang kian merata, harga perangkat seperti ponsel pintar yang makin terjangkau, sampai pengalaman yang diberikan dan jelas lebih kaya dibanding melihat gambar statis.

Telkomsel video data consumption/MMA Indonesia Mobile Ecosystem Report 2019

Telkomsel video data consumption/MMA Indonesia Mobile Ecosystem Report 2019

Fakta kepopuleran format video juga bisa dipertebal dengan data konsumsi video Telkomsel yang terus meningkat. Konsumsi data pada video bisa mencapai 33 persen dari total konsumsi data Telkomsel seperti dikutip oleh laporan MMA Indonesia Mobile Ecosystem Report 2019. Di tahun 2020 ini, konsumsi data video Telkomsel diprediksi bisa mencapai lebih dari 120 petabyte.

[Baca Juga: Top 10 Ide Video Marketing untuk Startup dan Bisnis Anda]

Maka dari itu, wajar bila format video menjadi pendorong utama perkembangan pengeluaran iklan digital. Menurut proyeksi PubMatic, Indonesia akan melihat pengeluaran programmatic video ads tumbuh hampir dua kali lipat pada tahun 2020. Nilainya bisa mencapai lebih dari $350 juta (Rp4,8 triliun) atau berkembang hingga 85 persen. Jika terealisasi, ini akan menjadikan Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia untuk format iklan video.

Mobile dan In-App Advertising di pasar digital advertising Indonesia 2020

Mobile In-App Advertising di pasar Digital Advertising Indonesia 2020/Pexels

Mobile dan In-App Advertising di pasar Digital Advertising Indonesia 2020/Pexels

Sayangnya, dalam laporan kali ini PubMatic tidak menyertakan data pertumbuhan mobile advertising untuk pasar digital advertising Indonesia 2020. Namun, bila merujuk pada data sebelumnya, harusnya para pemasar dan pengiklan digital tak perlu khawatir. Hingga tahun 2022, tingkat pertumbuhan mobile ads secara global akan tetap berada di dua digit menurut PubMatic. Tren yang sama di Indonesia, sewajarnya dapat mengikuti.

Indonesia sendiri adalah salah satu pasar terbesar untuk perangkat mobile di kawasan asia, khususnya di Asia Tenggara. Menurut data eMarketer yang dikutip Marketing Interactive, tahun lalu ada sekitar 89,8 juta pengguna smartphone di Indonesia dan jumlahnya bisa meningkat hingga 42,8 persen dari total populasi pada tahun 2023 nanti. Artinya, potongan kue untuk para pemain iklan digital masih banyak di pasar digital advertising Indonesia 2020.

Sebagai unit bisnis Telkomsel yang fokus pada sektor periklanan digital, Telkomsel DigiAds terus berupaya dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas layanan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyediakan dan meningkatkan kualitas ruang iklan inventaris tampilan dan video, khususnya di ranah mobile advertising

Secara internal, kualitas ruang iklan yang ditingkatkan ada di aplikasi MAXstream, MyTelkomsel, Langit Musik, dan portal Dunia Games. Di sisi eksternal, kemitraan dengan pihak ketiga memungkinkan pengiklan menerapkan strategi lebih konsisten di seluruh saluran digital Telkomsel pun dijalin. Dengan demikian, pengiklan bisa melakukan pendekatan terpadu ke pasar dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kinerja kampanye iklannya

Inovasi lainnya lahir dari aplikasi ROLi. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mendapatkan berbagai informasi dan hadiah melalui interaksi dengan konten, fitur, dan program di dalamnya. Inventaris ini juga membuat pengiklan memiliki pilihan saluran iklan baru. Kini mereka dapat menargetkan segmennya dengan engagement dan awareness yang lebih baik dari pengguna ROLi di seluruh Indonesia melalui fitur aplikasi seperti Layar Kunci, iklan Parallax (umpan berita), dan in-app ads (Watch ads, Survey, Carousel).

Memperkecil kesenjangan pengetahuan tentang iklan digital

Memperkecil kesenjangan digital advertising Indonesia 2020/Pexels

Memperkecil kesenjangan digital advertising Indonesia 2020/Photo by Launchpresso from Pexels

Indonesia tengah bergerak menuju era digital baru. Hal ini membuat pemilik bisnis dan pengusaha menjadi lebih mengerti teknologi dan berpikiran terbuka terhadap teknologi baru. Berkat modal yang kuat, perusahaan besar bersama dengan startup unicorn lokal bisa terus mengadopsi produk dan layanan ad tech terbaru. 

Di sisi lain, usaha kecil dan menengah (UKM) harus berjuang mengikuti perkembangan karena tidak memiliki sumber daya atau modal. Hal ini menciptakan kesenjangan pengetahuan tentang iklan digital antara perusahaan besar dan UKM. Pada akhirnya, membuat mereka tertinggal jauh di belakang.

[Baca juga: Memahami Perbedaan Produk-Produk MyAds Telkomsel]

Melalui layanan Telkomsel MyAds, kesenjangan ini diharapkan dapat menjadi lebih kecil. Telkomsel MyAds adalah fondasi awal untuk aktivasi pemasaran digital UKM. Melalui MyAds, para pelaku UKM ini difasilitasi untuk membuat dan mengirimkan iklan kepada pengguna Telkomsel di seluruh Indonesia sesuai dengan kebutuhannya.

Iklan yang dibuat di Telkomsel MyAds dapat dikirimkan dengan cara broadcast, targeted, maupun LBA. Sementara media yang digunakan saat ini ada tiga, yaitu SMS, MMS, dan USSD. Di sepanjang tahun 2019 ini, Telkomsel MyAds telah tumbuh secara eksponensial dan menunjukkan keberadaannya sebagai platform periklanan digital. Dengan melakukan perubahan antarmuka dan melakukan roadshow untuk sosialisasi layanan ke seluruh Indonesia, puluhan ribu rekanan UKM pun berhasil dirangkul di sepanjang 2019.

Take away

Take away note/Pexels

Take away note/Photo by Nguyen Nguyen from Pexels

Industri periklanan digital adalah industri kreatif yang cukup cepat dalam mengadopsi perubahan. Dengan pergerakan inovasi digital yang cepat, sudah pasti lanskap digital advertising Indonesia 2020 dan ke depannya akan terus berubah.

Maka dari itu, Telkomsel DigiAds akan terus berupaya untuk dapat tumbuh menjadi “digital marketing solutions provider” yang mampu menyediakan layanan periklanan digital yang lengkap, terintegrasi, dan inovatif juga dapat memaksimalkan jangkauan, efisiensi, dan fleksibilitas. Tidak hanya dengan memanfaatkan jaringan Telkomsel yang luas tetapi juga didukung oleh platform Manajemen Data Pelanggan (DMP) yang komprehensif.

Telkomsel DigiAds adalah bagian dari Telkomsel. Hubungi kami melalui email di digitalads@telkomsel.co.id bila Anda tertarik untuk menjadi rekanan. Ikuti kami di media sosial seperti Instagram dan LinkedIn untuk mengetahui lebih banyak tentang insight dan juga kegiatan terbaru kami.

[Img Source: Photo by Harrison Haines from Pexels]