Mempersiapkan diri menghadapi peluang digital baru di Indonesia/Startup Stock Photos in Pexels
Oktober 11, 2019

Mempersiapkan Diri Menghadapi Peluang Baru di Pasar Digital Indonesia

By : Bizinsight

Dalam lima tahun terakhir, lanskap industri teknologi di Indonesia telah banyak mengalami perubahan. Ketika teknologi baru seperti 4G mulai diadopsi, peluang bisnis yang belum pernah digali potensinya pun mulai terbuka. Di acara MMA Impact Indonesia 2019, GM Digital Advertising Sales Telkomsel Parulian Lummy Sitorus (Ade) berbagi wawasan tentang bagaimana industri perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi peluang-peluang baru di pasar digital dalam sesi Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity.

Selain Ade, masih ada juga Co-Founder dan Managing Director Affle Indonesia Madan Sanglikar, Chief Revenue Officer APAC & MEA Shareit Rajeev Dhal, dan Head of Brand Marketing Southeast Asia Tik Tok Surayot Aimlaor. Sesi panel Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity ini dimoderatori oleh Global COO FreakOut Narayan Murthy Ivaturi.

Apa yang sudah berubah dalam lima tahun terakhir di Indonesia?

Kami berbagi tentang seberapa cepat perilaku konsumen berubah melalui penggunaan data untuk jejaring sosial dan video dan jika Anda menginginkan informasi lebih lanjut, kirimkan beberapa email kepada kami/DigiAds

Kami berbagi tentang seberapa cepat perilaku konsumen berubah melalui penggunaan data untuk jejaring sosial dan video dan jika Anda menginginkan informasi lebih lanjut, kirimkan beberapa email kepada kami/DigiAds

Sudah bukan rahasia umum lagi jika Indonesia memiliki potensi pasar digital yang menggiurkan Asia Tenggara. Dalam laporan e-Conomy SEA 2019, Google menyebutkan bahwa Indonesia dan Vietnam adalah penentu kecepatan yang memimpin pertumbuhan dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 40% per tahun.

Madan menegaskan bahwa teknologi telah mengalami banyak transformasi dalam lima tahun terakhir, khususnya dalam penggunaan sehari-hari. Hal ini bisa dilihat jelas dari pertumbuhan pesat di industri ecommerce, finansial, online media, hingga ke layanan ride-hailing.

Di sisi lain Ade menjelaskan bahwa sebenarnya perubahan tidak hanya terjadi dalam lima tahun terakhir, tetapi sudah jauh sebelum itu. Hal ini bisa dilihat dari dukungan infrastruktur yang diberikan oleh Telkomsel, mulai dari 2G, 3G, hingga 4G.

[Baca juga: Kemitraan Ride-Hailing Service dan Telkomsel DigiAds]

Ade juga menambahkan bahwa ketika adopsi 4G meluas, konsumsi data konsumen pun ikut meningkat. Hal ini bisa dilihat dari melalui penggunaan data untuk jejaring sosial dan video mereka. Seperti yang sudah diketahui, Indonesia adalah negara yang tergolong aktif dalam menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan juga Youtube.

“Pada dasarnya, 4G adalah titik kritis internet. Semakin banyak orang mulai terhubung ke internet. Mereka mulai melakukan aktivitas sehari-hari dari internet, baik untuk membayar tagihan atau membeli barang. Mereka mulai bergantung pada internet,” ujar Ade.

Hal ini didukung oleh Rajeev dan juga Surayot. Rajeev menyebutkan bahwa orang-orang di Indonesia saat ini dapat terhubung ke internet karena harga perangkat dan paket data sudah jauh lebih terjangkau.

Dengan harga yang kian terjangkau, perilaku konsumen juga ikut berubah menurut  Surayot. Konsumen kini menghabiskan lebih banyak waktu dengan perangkatnya sehingga perlu pendekatan yang berbeda.

Mempersiapkan diri agar tak tertinggal dengan tren yang berubah cepat

GM Digital Advertising Sales Telkomsel Ade Parulian (haijau) sebagai salah satu panelist di MMA Impact Indonesia 2019/DigiAds

GM Digital Advertising Sales Telkomsel Ade Parulian (hijau) sebagai salah satu panelist di MMA Impact Indonesia 2019/DigiAds

Industri teknologi adalah industri dinamis yang berubah dengan pesat. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Indonesia sendiri telah mengalami banyak perubahan. Mulai dari infrastruktur, harga perangkat yang kian terjangkau untuk terhubung ke internet, bisnis-bisnis baru, sampai ke perubahan perilaku konsumen.

Lalu, bagaimana pemasar harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan-perubahan yang cepat ini?

Ada satu hal yang perlu dipahami oleh merek atau perusahaan. Menurut Ade dan Mada, pada dasarnya, para pemain di industri tidak akan bisa mengarahkan atau menyetir perubahaan tren. Mau tidak mau, perusahaan perlu mempersiapkan diri dengan matang untuk mengejar perubahan tren yang terjadi di pasar.

“Ini adalah permainan kejar-kejaran (dengan perubahan tren yang cepat). Akan selalu ada perubahan di luar sana dan pemasar perlu menjadi lebih agile dalam menyikapi perubahan tersebut,” ujar Mada.

[Baca juga: Tantangan Pemasaran dan Periklanan Digital di 2019]

Salah satu cara terbaik untuk tetap dapat mengikuti perubahan yang terjadi di pasar adalah selalu terhubung dengan pelanggan Anda. Selain itu, data yang yang dikumpulkan dari berbagai sumber atau hasil kolaborasi dengan pihak ketiga juga bisa menjadi acuan tambahan dalam membaca perubahan trend yang akan terjadi.

Sharing insight (untuk berkolaborasi) lebih baik dari pada berkompetisi,” ujar Ade

Sebagai bagian dari keluarga besar Telkomsel, DigiAds dapat menghubungkan Anda ke lebih dari 160 juta pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia sesuai dengan kebutuhan. Telkomsel sendiri juga telah mengoptimalkan pengolahan big data sejak 2014. Melalui pengolahan big data ini, akan menghasilkan insight mengenai perilaku konsumen secara kolektif sehingga mampu memberikan penawaran yang sesuai kepada konsumen.

Informasi ini lah yang dapat dimaksimalkan oleh pemasar melalui layanan Telkomsel DigiAds. Para pemasar dapat memanfaatkan insight perilaku konsumen, terutama dalam penggunaan produk seluler, sehingga dapat merancang strategi yang tepat bagi pemasaran produknya.

Hubungi kami melalui email di digitalads@telkomsel.co.id bila Anda tertarik untuk bermitra dengan kami dan mengetahui lebih jauh tentang bagaimana kami mengolah big data untuk pemasaran. Ikuti media sosial kami di Instagram dan LinkedIn untuk mengetahui lebih banyak tentang insight dan juga aktivitas terbaru kami.