Mobile trends 2020/Pixabay
Desember 27, 2019

Tiga Mobile Trends 2020 yang Perlu Diperhatikan Pengiklan dan Pemasar

By : Bizinsight

Mobile trends 2020 akan terus berkembang dan mengubah lanskap ekosistem digital ke depan, termasuk yang sedang tumbuh di Indonesia. Di penghujung tahun 2019 ini, kami juga mencoba untuk melihat lebih jauh bagaimana mobile trends 2020 akan memengaruhi pemasar dan pengiklan untuk terhubung dan memahami konsumen mereka.

In-App Advertising adalah mobile trends 2020 yang kian matang

Southeast Asia Attracting Higher Programmatic Investment/InMobi

Southeast Asia Attracting Higher Programmatic Investment/InMobi

Menurut laporan InMobi’s 2020 Trends, iklan dalam aplikasi akan menjadi mobile trends 2020  karena dia akan terus bertumbuh dan menjadi lebih matang. Hal ini tidak mengejutkan bila mengingat dua faktor yang menjadi pengaruhnya yaitu pertumbuhan pengguna adblock dan penetrasi ponsel pintar.

Pada 2019 saja, jumlah pengguna smartphone di dunia disebutkan telah mencapai lebih dari 3 miliar menurut Statista. Angka ini diprediksi dapat tumbuh, mencapai 80% populasi secara global di tahun 2025. Pendorong pertumbuhan tersebut adalah negara-negara berkembang seperti India dan Indonesia menurut laporan Global Mobile Trends 2020 dari GSMA Intelligence.

[Baca juga: Berkenalan dengan Programmatic Advertising]

Dengan peningkatan pengguna ponsel pintar yang signifikan, programmatic advertising yang menjadi senjata utama pengiklan di era digital ini pun menjadi kian atraktif. InMobi menemukan bahwa anggaran belanja programmatic ad meningkat 141 persen secara global di 2017 sampai 2018. Indonesia sendiri menjadi pasar yang paling diminati di kawasan Asia Tenggara oleh pemasar untuk meningkatkan mobile programmatic buying menurut laporan The State of Mobile Programmatic Buying Southeast Asia 2019 dari InMobi.

Dengan fokus pada bisnis periklanan digital, Telkomsel DigiAds sendiri telah memperbarui identitas agar dapat sejalan dengan dinamika industri yang berubah cepat. Identitas baru ini lahir untuk memperkuat posisi kami dalam menyediakan platform yang lebih komprehensif untuk melayani berbagai kebutuhan pelanggan yang luas seperti pelaporan dan analitik, konsultasi dan solusi media.

Evolusi penggunaan data untuk pemasaran mobile

Data adalah topik paling hangat yang dibicarakan oleh orang-orang yang bekerja di bidang pemasaran dan periklanan. Dengan data, pemasar dan pengiklan dapat memiliki akses ke wawasan perilaku pasar yang lebih luas. Kemudian, mereka akan menggunakan wawasan tersebut untuk mengirimkan informasi yang relevan, tepat sasaran, dan di waktu yang tepat. Sederhananya, seperti itulah penggunaan data.

Nah, hal ini akan terus berkembang dengan fokus penggunaan first-party data yang pada akhirnya memengaruhi mobile trends 2020. Pemasar akan semakin meningkatkan penggunaan data, baik yang mereka miliki dan kendalikan secara langsung atau bekerja dengan mitra yang mampu memberikan mereka first-party data mereka sendiri, untuk melengkapi apa yang sudah tersedia.

[Baca juga: Tantangan Pemasaran Berbasis Data dari Perspektif CEO]

Dengan melimpahnya data di era digital seperti sekarang, seharusnya ini menjadi waktu terbaik bagi para pemasar untuk menciptakan kampanye pemasaran kreatif berbasis data. Pemasar harus mampu membuat perjalanan konsumen dengan pengalaman yang sama di setiap saluran pemasaran yang digunakan. Singkatnya, melakukan omnichannel marketing berbasis data.

Misalnya, membuat kampanye dengan menggunakan format video yang saat ini menjadi format paling populer untuk meningkatkan brand awareness. Kemudian, informasi  tersebut disebarkan melalui berbagai saluran seperti media sosial atau teknologi klasik seperti SMS.

Sebagai informasi, video disebutkan memiliki tingkat engagement tertinggi dari semua jenis konten menurut MMA Indonesia Mobile Ecosystem Report 2019. Facebook melaporkan engagement rate 9,7% di Indonesia dan Youtube menyampaikan mengalami peningkatan waktu menonton sampai 23 menit per kunjungan.

Meningkatnya kesadaran tentang peraturan perlindungan data pribadi

Regulasi GDPR dan UU Privasi Konsumen California telah berhasil mengubah cara bagaimana informasi pengguna dikumpulkan di beberapa daerah. Oleh karena itu tren penggunaan data pihak pertama dibanding pihak ketiga menjadi semakin populer. Hal ini berkaitan juga dengan upaya dalam memerangi praktik penipuan iklan.

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut laporan Traffic Guard, prevalensi penipuan iklan seluler di Indonesia adalah yang terbesar kedua di dunia. Total penipuan iklan seluler APAC sendiri diperkirakan akan menelan biaya pengiklan hingga $56 miliar pada tahun 2022 atau naik dari $19 miliar di tahun ini.

Meski ini menggelisahkan, kabar baiknya adalah bahwa ada kesadaran yang berkembang di kalangan pemasar tentang penipuan iklan. Tahun depan, hal ini akan terus meningkat dan memengaruhi mobile trends 2020 dalam hal bagaimana pemasar dan pengiklan mengumpulkan, mengelola, dan menggunakan data pelanggan.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah mengambil langkah dengan melakukan pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi sejak 2012. UU tersebut mengatur definisi, jenis, hingga sanksi. Jika semua berjalan sesuai rencana, UU ini akan diterapkan pada Oktober 2020 mendatang.

Take away

Tren lain yang tidak disebutkan bukan berarti tidak memiliki perananan dan tidak perlu diperhatikan sebagai mobile trends 2020. Teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin akan lebih berperan di balik layar yang pada akhirnya mengevolusi penggunaan data untuk pemasaran.

Di samping format video, format suara juga kemungkinan besar akan lepas landas di tahun 2020. Hal ini bisa dilihat laporan We Are Social yang menunjukkan bahwa 51 persen dari masyarakat Indonesia berusia 16-64 tahun telah menggunakan fitur voice search di tahun 2019.

Sementara untuk 5G, Indonesia belum fokus untuk pengembangan komersial karena masih terbentur dengan beberapa kendala. Finalisasi kebijakan dan regulasi untuk 5G seperti spektrum, model bisnis, dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) sendiri diharapkan terjadi pada periode 2020-2021. Jika semuanya sesuai rencana, konsumen Indonesia baru bisa menikmati 5G dalam dua atau tiga tahun lagi.

Apakah prediksi di atas akan menjadi kenyataan? Jawabannya singkatnya tidak ada yang benar-benar tahu. Toh, di tahun 1960 saja ada yang memprediksi bahwa tahun ini seharusnya sudah bisa mengendarai mobil terbang.

Maka dari itu, agar dapat tetap sejalan dengan dinamika industri yang berubah cepat, kami juga melakukan beberapa langkah strategis. Mulai dari mengubah identitas merek, menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak, sampai meningkatkan kualitas inventaris produk.

Di tahun 2020, Telkomsel DigiAds akan terus tumbuh menjadi “digital marketing solutions provider” yang menyediakan layanan periklanan digital yang lengkap, terintegrasi, dan inovatif yang dapat memaksimalkan jangkauan, efisiensi, dan fleksibilitas. Tidak hanya dengan memanfaatkan jaringan Telkomsel yang luas tetapi juga didukung oleh Platform Manajemen Data pelanggan yang komprehensif.

Telkomsel DigiAds adalah bagian dari Telkomsel. Hubungi kami melalui email di digitalads@telkomsel.co.id bila Anda tertarik untuk menjadi rekanan. Ikuti kami di media sosial seperti Instagram dan LinkedIn untuk mengetahui lebih banyak tentang insight dan juga kegiatan terbaru kami.