Menjalin koneksi pelanggan di dunia tanpa kuki pihak ketiga/Pixabay
Tips Juni 26, 2020

Menjalin Koneksi dengan Pelanggan di Dunia Tanpa Kuki Pihak Ketiga

By : Bizinsight

Industri periklanan adalah salah satu industri paling dinamis di tengah-tengah perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Ada banyak tantangan baru muncul setiap tahun yang perlu dihadapi oleh para pemasar. Salah satunya adalah keputusan Google menghentikan dukungan kuki pihak ketiga di browser Chrome mereka dalam dua tahun ke depan.

Rencana Google tersebut tentunya menjadi perbincangan hangat di antara pelaku industri periklanan digital. Pun begitu, Google mengambil keputusan ini dengan pertimbangan untuk membawa industri periklanan bergerak maju.

Nah, para pemasar digital seharusnya dapat memanfaatkan masa peralihan ini dengan menguji berbagai strategi baru seperti yang kami rangkum di bawah:

Kepemilikan data pihak pertama

Kepemilikan data pihak pertama akan menjadi lebih penting setelah putusan Google benar-benar dijalankan. Memiliki data, berarti Anda mempunyai akses bahkan ke tingkat granular. Dengan demikian Anda bisa menargetkan, mengukur, dan mengoptimalkan kegiatan pelanggan berdasarkan data yang Anda punya.

Ada berbagai cara yang tentunya bisa dilakukan oleh pemasar digital untuk mendapatkan kepemilikan data pihak pertama. Mulai dari yang sederhana, sampai ke tingkat yang teknis. Beberapa yang bisa menjadi pertimbangan dan mudah dilakukan yaitu membuat formulir registrasi, melakukan profiling secara progresif, sampai ke otomatisasi dan standarisasi pembuatan data.

Kerja sama dengan pemilik data pihak pertama

Di sisi lain, kesempatan brands untuk menjalin kerja sama dan membangun yang lebih dalam dengan platform yang punya kepemilikan data pihak pertama yang besar juga terbuka. Contohnya seperti Amazon dan Google. Dengan mendapatkan akses ke set data mereka, ini akan memberikan ruang untuk inovasi dan mengejar saluran yang mampu menayangan iklan kepada audience yang tepat.

Di Indonesia, brand bisa menjalin kerja sama ini dengan Telkomsel yang berpengalaman dalam mengolah data pihak pertama. Lewat kerja sama ini, brand bisa mendapatkan wawasan baru tentang pelanggan yang menjadi target bisnisnya. Kemudian memanfaatkan wawasan tersebut untuk mengirimkan pesan yang tepat sasaran lewat inventory periklanan digital Telkomsel.

Contextual Advertising sebagai alternatif kuki pihak ketiga

Jenis iklan ini adalah ketika iklan untuk produk atau layanan tertentu ditampilkan di penempatan yang relevan secara kontekstual. Misalnya, jika Anda menjelajahi situs perjalanan, Anda mungkin akan mendapatkan iklan untuk penerbangan murah atau penawaran hotel.

Telkomsel DigiAds sendiri memiliki layanan contextual advertisingTelkomsel Contextual Ads adalah metode pengiriman iklan secara langsung kepada pelanggan yang kontennya sudah disesuaikan dengan konteks atau kriteria dari website yang sedang dikunjungi.

Cara kerjanya cukup sederhana. Ketika pelanggan mengunjungi sebuah website, aktivitas tersebut akan diterjemahkan sebagai micro-moment. Kemudian, ini dijadikan landasan oleh sistem untuk mengirimkan iklan yang sesuai kepada pelanggan dengan media SMS. Hal ini akan membuat pesan iklan yang ingin disampaikan menjadi lebih relevan kepada pelanggan yang tepat, sesuai dengan kebutuhannya, dan diharapkan bisa meningkatkan respone rate konsumen.

Jika pengguna melihat penargetan iklan berbasis cookie sebagai terlalu agresif, iklan kontekstual adalah alternatif yang sempurna. Dengan menampilkan iklan kepada pengguna yang terkait dengan apa yang mereka tonton, pemasar dapat mengharapkan untuk melihat rasio klik-tayang dan konversi yang lebih tinggi.

Take away

Keputusan Google untuk tak lagi mendukung kuki pihak ketiga sebenarnya tak perlu diratapi secara berlebihan. Toh, mau bagaimanapun juga, Apple dan Mozilla sudah lebih dahulu melakukannya. Di samping itu, setiap browser juga sudah menyediakan pilihan untuk memblokir kuki pihak ketiga.

Namun, pengumuman ini memang bisa dibilang menjadi tonggak awal untuk sebuah perjalanan baru di dunia periklanan digital. Tanpa data kuki, sumber utama data pengguna pun bergeser ke identitas digital seperti profil, keikutsertaan langganan, atau data berbasis login. Sumber data lain dapat berupa ID perangkat seluler, yang terkait erat dengan konsumen individu. Metode programmatic advertising yang sangat berbasis kuki juga perlu beradaptasi dan menyesuaikan diri.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sebagai bagian dari Telkomsel, DigiAds dapat membantu brand dalam memanfaatkan kepemilikan data pihak pertama Telkomsel untuk pemasaran. Telkomsel sendiri telah mengoptimalkan pengolahan data besar sejak 2014. Data yang diolah tersebut pada akhirnya dapat menghasilkan insight mengenai perilaku konsumen secara kolektif sehingga dapat membantu dalam memberikan penawaran yang sesuai kepada konsumen.

Informasi ini lah yang dapat dimaksimalkan oleh pemasar melalui layananan Telkomsel DigiAds untuk terhubung ke lebih dari 160 juta pelanggan Tekomsel di seluruh Indonesia sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Para pemasar dapat memanfaatkan insight perilaku konsumen, terutama dalam penggunaan produk seluler, sehingga dapat merancang strategi yang tepat bagi pemasaran produknya.

Hubungi kami melalui email di digitalads@telkomsel.co.id bila Anda tertarik untuk bermitra dengan kami dan mengetahui lebih jauh tentang bagaimana kami mengolah data pihak pertama untuk pemasaran. Ikuti media sosial kami di Instagram dan LinkedIn untuk mengetahui lebih banyak tentang insight dan juga aktivitas terbaru kami.

[Img source: Image by Free-Photos from Pixabay]