Terhubung Kembali dengan Pengguna Adblock/Shutterstock
Agustus 19, 2019

Tiga Cara Alternatif untuk Terhubung Kembali dengan Pengguna Adblock

By : Bizinsight

Pengguna Adblock dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan. Menurut penelitian terbaru dari GlobalWebIndex, 47 persen dari semua pengguna internet saat ini memiliki semacam alat pemblokiran iklan yang dipasang di semua perangkat mereka. Hal ini tentu menjadi salah satu kekhawatiran para pemasar digital. Akan tetapi ini bukan akhir dari segalanya karena periklanan adalah industri yang besar.

Di sudut-sudut dunia, ada banyak perusahaan yang setiap harinya bisa menghabiskan jutaan hingga milyaran dolar untuk beriklan. Ini dilakukan hanya untuk mempromosikan merek, layanan, dan produknya kepada khalayak ramai. Selama bertahun-tahun, ini adalah metode yang paling efektif untuk mendapatkan perhatian orang-orang dan menyebarkan informasi bisnis. 

[Baca juga: Tantangan Pemasaran dan Periklanan Digital di 2019]

Namun, perkembangan pesat teknologi di saat yang bersamaan juga telah melahirkan komunitas baru yang melek teknologi. Komunitas ini pada umumnya merasa muak dengan iklan karena dianggap mengganggu. Mereka menemukan bahwa pop-up banners itu terlalu mengganggu, remarketing campaigns menyeramkan, dan video yang diputar otomatis itu sudah ada di luar batas menjengkelkan.

Lalu, bagaimana cara pemasar agar bisa terhubung kembali dengan para pengguna Adblock yang aktif di internet? Di bawah ini ada tiga tips dari kami untuk para pemasar yang ingin terhubung kembali dengan para pengguna Adblock.

Memaksimalkan In-App Advertising

Dalam laporan The Year in Search: Insights for Brands 2018 disebutkan bahwa 94 persen masyarakat Indonesia yang terhubung secara daring sudah memiliki ponsel pintar. Sekitar 68 persen konsumen internet di Indonesia pun mengandalkan smartphone untuk mencari informasi. Pergeseran perilaku ini pada akhirnya membuka peluang lebih besar bagi pasar mobile advertising di Indonesia.

Pengguna Adblock memang terus mengalami peningkatan, tetapi konsentrasinya masih berada di desktop. Kinerja Adblock di perangkat mobile sendiri belum optimal karena pada umumnya masih terbatas pada add-on yang terpasang di browser bawaan dan belum mampu memblokir iklan dalam aplikasi lain. Maka dari itu, pemasar perlu memaksimalkan potensi ini.

[Baca juga: Di 2019, Indonesia Berpotensi Puncaki Pertumbuhan Pasar Digital Advertising]

Telkomsel ROLi dapat menjadi salah satu contoh terbaik di sini. ROLi adalah aplikasi gaya hidup digital untuk perangkat Android yang dirancang khusus sebagai bentuk apresiasi Telkomsel kepada para pelanggan setianya. Melalui aplikasi ini, pengguna ROLi bisa mendapatkan banyak info menarik. Ada juga hadiah-hadiah keren dan berbagai bonus tambahan seperti kuota, paket SMS, dan paket menelepon.

Dari sisi pemasar, ROLi dapat memfasilitasi promosi merek, produk, atau layanan ke lebih dari 1,8 juta pelanggan Telkomsel yang sudah menggunakan ROLi. Pesan promosi dapat disampaikan dalam bentuk gambar (banner ads), video, dan artikel yang bisa muncul di lock screen pengguna atau di dalam aplikasi ROLi itu sendiri. Ini tentu menjadi keunggulan sendiri bagi ROLi karena dapat memberikan pengalaman unik dan inovatif bagi penggunanya.

Menggunakan Teknologi Klasik Seperti SMS

Ride-Hailing Service dan Telkomsel DigiAds Food Delivery/DigiAds

Ride-Hailing Food Delivery Service dan Telkomsel DigiAds/DigiAds

Selain in-app mobile advertising, pemasar juga bisa menggunakan teknologi klasik seperti SMS untuk dapat terhubung dengan para pengguna Adblock. Iya, Anda tidak salah baca, kami memang membicarakan SMS. Meski penggunaan SMS untuk komunikasi dua arah sudah pudar, tapi SMS sebenarnya masih punya peran di tengah-tengah era digital ini.

SMS adalah alat terbaik untuk menjangkau semua pengguna mobile karena ia hanya butuh perangkat seluler dan layanan jaringan operator seluler untuk mengirim dan menerima konten. Berbeda dengan aplikasi chatting yang butuh jaringan internet atau bahkan spesifikasi tertentu. Kesederhanaan ini lah yang membuat SMS menjadi lebih unggul untuk menjangkau pasar yang  luas, mulai dari pengguna dengan perangkat mobile klasik hingga yang canggih dan terbaru.

[Baca juga: Business Study: Kemitraan Ride-Hailing Service dan Telkomsel DigiAds]

Contoh dalam memaksimalkan SMS dapat dilihat dari business study terbaru yang kami terbitkan. Di bulan Ramadan silam, salah satu layanan ride-hailing yang beroperasi di Indonesia bermitra dengan Telkomsel DigiAds. Kemitraan ini terjalin untuk meningkatkan transaksi cashless dan mengakuisisi high-quality customers bagi layanan pesan-antar makanan mereka selama bulan Ramadan.

Dalam aktivitas pemasaran ini, kami menggunakan SMS sebagai teknologi enabler dikombinasikan dengan teknologi profiling untuk mengirimkan pesan yang tepat sasaran. Hasilnya, ada lebih dari 360.000 impresi dengan lebih dari 11.000 pelanggan mengklaim promo pemasaran. Ini melebihi KPI awal yang hanya diharapkan mencapai 9.000 klaim promo. Contoh kemitraan lain dapat dilihat dari kemitraan kami dengan BTPN Jenius yang juga berhasil memenangkan penghargaan MMA Smarties Indonesia 2017 silam.

Jangan Mengirimkan Iklan yang Mengganggu

Kebanyakan orang menganggap iklan itu menjengkelkan karena mereka kesulitan untuk menghindarinya. Entah itu akibat iklan yang diterima terlalu banyak, tidak relevan, atau datang di waktu yang tidak tepat. Namun, bukan berarti semua orang membenci iklan karena, pada dasarnya, yang dibenci adalah iklan yang buruk.

Agar iklan menjadi lebih efektif, merek perlu memahami siapa pasar yang ingin dijangkau dan bagaimana perilaku mereka. Contoh, jika Anda ingin pengguna yang berkunjung ke situs Anda mematikan Adblock, berikan mereka alasan yang untuk melakukannya. Sentuh sisi humanis mereka.

[Baca juga: Emotional Marketing: Merangkai Cerita, Menyetir Emosi Konsumen]

Di satu sisi, Anda juga perlu menginvestasikan waktu dan tenaga untuk membuat strategi pemasaran yang lebih cerdas. Pelajari siapa pasar yang ingin Anda jangkau, bagaimana mereka mengambil keputusan, apa saja yang memengaruhi pengambilan keputusan, dan lain-lain. Sentuh sisi emosional mereka karena ini dapat membantu Anda bersaing dalam menyampaikan nilai, minat, dan gairah dari merek di pasar yang dinamis seperti Indonesia.

Sama seperti pengguna Adblock yang tidak akan hilang dalam semalam, pengguna internet juga tidak akan tiba-tiba menjadi kurang cerdas dan menelan mentah-mentah sebuah iklan. Di pasar yang berubah cepat, kerja sama menjadi elemen penting dalam membuat strategi iklan agar dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Bagaimanapun juga, hasil akhir yang dicari penerbit dan pengiklan itu sama, yaitu basis pelanggan yang setia, tertarik, dan bersedia membeli produk yang diiklankan.

Telkomsel DigiAds adalah bagian dari keluarga besar Telkomsel. Dengan media iklan yang luas, inventori terverifikasi, dan teknologi periklanan yang maju, kami mengemban misi untuk menjadi Indonesia’s most preferred programmatic media powerhouse. Hubungi kami melalui email di digitalads@telkomsel.co.id bila Anda tertarik untuk bermitra dengan kami. Ikuti media sosial kami di Instagram dan LinkedIn untuk mengetahui lebih banyak tentang insight dan juga aktivitas terbaru kami.