tips storytelling
Oktober 24, 2019

3 Tips Storytelling Paling Ampuh, Rahasia Besar untuk Para CEO!

By : Bizinsight

Di era modern ini, kita tengah menyaksikan ketatnya persaingan bisnis. Berkat berbagai inovasi dalam bidang teknologi, dorongan agar sebuah bisnis berusaha untuk menguasai pasar juga menjadi lebih keras. Para pemimpin perusahaan dan owner bisnis dituntut untuk melihat peluang yang ada sehingga tidak melewatkan kesempatan yang mereka miliki.

Keberadaan pelanggan setia pun menjadi salah satu hal yang terpenting yang harus diutamakan agar setiap bisnis mampu merajai segmen pasar. Setiap strategi marketing dan inovasi produk dalam sebuah bisnis harus mengacu kepada permintaan pasar dan tingkat kepuasan pelanggan. Salah satu cara untuk meningkatkan kedua hal tersebut adalah dengan membuat pelanggan merasa relate atau dekat dengan produk tersebut.

[Baca juga: Emotional Marketing: Merangkai Cerita, Menyetir Emosi Konsumen]

Keterlibatan pelanggan terhadap sebuah produk bisnis menjadi penentu saat perusahaan atau brand menginginkan pelanggannya setia. Ketika pelanggan memiliki keterkaitan emosional dengan produk, maka kepercayaan terhadap kualitas produk tersebut akan terbangun. Lalu, jika ia dapat merasa nyaman dengan suatu produk, rasio pembelian kembali pun berpeluang menjadi jauh lebih tinggi.

Pertanyaan yang muncul kini adalah bagaimana cara terbaik untuk menyisipkan rasa emosional kepada pelanggan?

Jawaban yang paling tepat dari pertanyaan tersebut adalah dengan membuat storytelling yang baik. Storytelling adalah kemampuan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang menggugah, sehingga para pendengarnya dapat merasakan emosi yang diluapkan dalam cerita yang disampaikan.

[Baca juga: Storytelling dalam Marketing adalah Cara Terbaik Menangkan Hati Pelanggan]

Storytelling adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki para eksekutif perusahaan, karena mereka merupakan ‘wajah’ dari brand atau bisnisnya. Dengan storytelling yang baik, maka nilai yang dibawa oleh bisnis akan sampai ke pelanggan dengan utuh. Studi dari Surveygizmo menunjukkan bahwa 48% dari  500 orang profesional percaya bahwa mengkomunikasikan data melalui presentasi yang baik adalah kunci untuk menyenangkan para investor.

Dalam storytelling, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk mendapatkan dampak yang maksimal. Berikut ini adalah 3 tips storytelling paling ampuh yang sempurna, rahasia besar untuk para CEO!

Gaya Bercerita yang Menarik

Saat seseorang bercerita di depan umum, target yang harus ada di kepala sang storyteller adalah mendapatkan perhatian dari sebanyak mungkin orang-orang yang menyaksikan. Sebagai pencerita, upaya terbaik yang dapat dilakukan adalah melalui gaya bercerita yang unik, menarik, dan mudah untuk dipahami. Anda harus mampu menjelaskan banyak hal kompleks tentang bisnis Anda lewat kata-kata sederhana tapi tetap dapat menarik perhatian.

[Baca juga: Lima Tips untuk Personalisasi Pemasaran]

Salah satu tokoh terbaik dalam bercerita di muka umum adalah Steve Jobs. Dia mampu menjelaskan masalah yang ingin dipecahkan Apple dalam balutan kata yang dapat menyihir penontonya. Orang-orang yang menyaksikan pun dapat dengan mudah memahami apa yang dibicarakan oleh Steve.

Pun begitu, bukan berarti tokoh-tokoh lain seperti Bill Gates, Mark Zukerberg, sampai Sheryl Sandberg jelek. Mereka juga punya keunikan gaya bercerita yang dapat menyihir para penontonnya.

Impian dan Ekspektasi

Para audiens yang mendengarkan cerita akan membangun rasa penasaran terhadap tujuan dari cerita yang disampaikan. Para storyteller harus mampu untuk menjadikan faktor ini sebagai ‘umpan’ untuk mendapatkan rasa percaya audiens. Dengan menyajikan ekspektasi dan hal-hal besar yang menjadi destinasi dari bisnis tersebut.

Manfaatkan Gestur Sebaik-Baiknya

Tugas bagi para storyteller dalam menyampaikan cerita tidak hanya sebatas memikirkan rangkaian kata yang tepat untuk disampaikan, tetapi juga bagaimana cara mereka mempresentasikannya. Butuh lebih dari sekadar kata-kata yang baik untuk menggugah hati seseorang. Oleh karena itu, setiap detail gestur tubuh saat bercerita harus diperhatikan sebaik mungkin agar menyokong rasa dan nilai yang ingin disampaikan. Berbagai alat seperti slide presentasi, atau konten video juga dapat digunakan untuk kebutuhan tips storytelling yang ketiga ini.

Storytelling merupakan sesuatu yang harus dipersiapkan dengan matang oleh para CEO perusahaan karena berdampak terhadap citra yang dibangun. Dengan storytelling yang matang, maka jalan menuju hati pelanggan juga terbuka dengan lebar. Nah, tips storytelling mana saja yang sudah Anda coba?